Kemendiknas Supervisi UN Bengkulu

BENGKULU, BE – Ujian nasional (UN) di Bengkulu mendapat perhatian serius dari Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Hari pertama ujian tim dari Direktorat Pembinaan SMA Kemendiknas diterjunkan memantau atau mensuvervisi. Tim Kemendiknas ini juga memberikan kuisioner kepada siswa, pengawas dan kepala sekolah untuk diisi yang akan dijadikan bahan uji petik evaluasi pelaksaan UN tahun ini. Salah satu anggota Tim Suvervisi Kemendiknas, Jayani, ketika ditemui BE di SMAN 3 Kota Bengkulu, mengungkapkan timnya melakukan survei ke berbagai kota. Salah satu yang masuk daftar Kota Bengkulu.”Kedatangan kami sebagai bentuk kepedulian pusat terutama Kemendiknas terhadap pendidikan di Bengkulu. Kami juga melakukan uji petik di Bengkulu. Hasilnya akan kita bawa dan laporkan di Jakarta,” urainya. Namun Jayani enggan mengomentari soal teknis ujian. Begitu juga dengan soal kebocoran maupun peredaran kunci jawaban.”Pastinya pantauan kita UN hari pertama di Bengkulu masih aman dan lancar, ” tukasnya.

Jangan Percaya Kunci Jawaban

Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah meminta seluruh siswa SMA/MA sederajat yang sedang melakukan ujian nasional agar tidak terpengaruh dengan kunci jawaban yang beredar lewat pesan singkat telepon seluler. “Itu menyesatkan,” katanya di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) hari pertama pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK ke sejumlah sekolah.Pelaksana Tugas Gubernur mengunjungi beberapa sekolah yakni MAN Model, SMA 7, SMA Palawa, SMK Serunting, dan SMKS 5. Plt Gubernur sempat meninjau sejumlah ruangan dan memberi semangat serta mengimbau agar siswa percaya diri. Menurut Junaidi Hamsyah kunci jawaban palsu yang beredar lewat berbagai perangkat akan membuat siswa bingung. “Akhirnya akan sia-sia setiap hari ke sekolah selama tiga tahun lalu saat ujian sibuk mencari kunci jawaban palsu,” katanya.Ia mengkhwatirkan generasi yang mempercayai hal-hal yang di luar logika akan memunculkan mental yang tidak percaya diri dan berbahaya bagi masa depan bangsa. Pelaksanaan UN hari pertama berjalan tertib di Bengkulu, meski diwarnai beredarnya kunci jawaban palsu lewat telepon seluler. “Saya berharap tidak ada contek mencontek, percuma 3 tahun didik, diles, masih tidak yakin dengan kemampuan sendiri, generasi yang model ini sangat berbahaya. Artinya tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri,” katanya.

Ia mengatakan UN tidak semata-mata menjadi penilaian kelulusan. Karena dikonversikan dengan mata pelajaran yang lainnya yang diujikan di sekolah. “Sehingga apa yang dikhawatirkan,” katanya.Sementara itu, sebanyak 13 orang siswa SMA/SMK di Kota Bengkulu, terpaksa batal mengikuti ujian nasional karena mereka menikah dan tidak meneruskan pendidikannya. “Hasil inspeksi mendadak yang kami lakukan saat UN hari pertama ada 13 orang yang tidak mengikuti UN karena sudah menikah dan tidak meneruskan sekolahnya,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Rahimandani. Ia mengatakan 13 siswa tersebut, rinciannya di SMKN 3 Kota Bengkulu sebanyak delapan orang, SMA Serunting tiga orang dan SMA Pallawa Kota Bengkulu sebanyak dua orang. Hasil inspeksi di SMKN 3 Kota Bengkulu kata dia, dari 328 orang yang tercatat sebagai peserta UN, dengan kata lain telah masuk dalam daftar nominasi tetap, hanya 219 yang mengikuti. “Delapan orang sudah drop out karena menikah, sedangkan satu orang lagi sakit,” kata Kepala SMKN 3 Kota Bengkulu, Rosmayeti.Sementara hasil inspeksi di SMAN 4 Kota Bengkulu dari 236 orang pelajar yang masuk dalam DNT ujian nasional, seluruhnya hadir.Di sekolah ini para siswa terbagi sebanyak 125 orang jurusan IPA, 94 orang IPS dan 15 orang jurusan bahasa. “Semua siswa masuk dan tidak ada yang berhalangan untuk mengikuti UN hari ini, mudah-mudahan sampai hari terakhir,” kata Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bengkulu, Rivai.Pelaksanaan UN SMA/MA dan SMK di Provinsi Bengkulu diikuti 20.783 orang siswa, yang terdiri 14.691 orang siswa SMA/MA dan 6.092 orang siswa SMK.

Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu juga ikut turun meninjau proses pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMA/MA di Kota Bengkulu pada hari pertama. Kedua petinggi Kota Bengkulu itu memberikan semangat dan kekuatan kepada peserta UN agar berhasil lulus dalam ujian ujian tersebut. Namun keduanya tidak berbarengan, jalan sendiri-sendiri mengunjungi sekolah yang berbeda. Walikota H Ahmad Kanedi SH MH turun pukul 07.45 WIB dengan sekolah tujuan SMA Negeri 2, MAN 1 Model, dan SMK Negeri 5. Namun peninjauan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Walikota dan Wawali tidak dibolehkan masuk ke dalam ruangan. Hanya dibolehkan melihat dari luar jendela sembari berbincang-bincang dengan pihak sekolah.“Mari kita optimis dan terus mendoakan agar pelajar-pelajar di Kota Bengkulu ini lulus seratus persen,” ujar Walikota saat meninjau UN di SMAN 2. Walikota juga mengharapkan agar semua pihak dapat menciptakan suasana yang kondusif selama proses ujian berlangsung agar kosentrasi peserta UN tetap fokus pada soal-soal yang ia kerjakan. “Laporkan kepada pihak yang berwajib jika ada yang menggangu proses UN ini,” ujarnya. Dalam sidak yang berlangsung sekitar 1, 5 jam itu walikota tidak hanya ditemani ajudannya, melainkan didampingi beberapa pejabat pemkot, seperti Kadis Diknas Kota Yunirhan MPd, Asisten I Dra Rosmidar, Kepala Inspektorat Drs Mulkan effendi, Kakan Sat Pol PP Teguh A Roni, Kabag Humas Suryawan Halusi MSi, dan Kabag Kesra H Mi’annusi.Sementara itu, pada waktu yang sama Wakil Walikota H Edison Simbolon SSos MSi didampingi Assisten II Drs H Fachrudin Siregar MM dan Kabag Pemerintahan Zohri Kusnadi SH MH juga melakukan peninjauan pelaksanaan UN. Sekolha yang dituju SMAK Sint Carolus, SMAN 1, SMKN 2, SMKN 1, dan SMAN 5. “Semoga pelajar Kota Bengkulu sukses dan berhasil lulus seratus persen dengan nilai yang memuaskan,” ungkap Wawali. Selain memantau pelaksanaan UN, Wawali juga melihat langsung kamera pengintai CCTV di ruang Kepala SMAN 5 yang sengaja dipasang pihak SMAN 5 untuk memantau pelaksanaan UN. CCTV tersebut menjangkau 10 ruangan yang digunakan tempat pelaksaan UN. Dalam CCTV tersebut terlihat jelas gerak-gerik siswa dan pengawas, jadi sedikit pun tidak ada kesempatan bagi siswa dan pengawas untuk berbuat curang.

53 Siswa Tak Ikut UN

Di hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) diketahui 53 siswa tak mengikuti UN. Dari jumlah tersebut diketahui 34 siswa SMK dan 19 siswa SMA. Diketahui terbanyak tak mengikuti UN berasal dari SMKN 2 dan SMKN 1. Menurut keterangan Ketua UN SMA/SMK Drs Ahmad Basori mengatakan dari data yang dikumpulkan pihaknya, keseluruhan siswa tersebut sudah dipastikan tak lulus UN. Karena tak melampirkan keterangan ketidak hadirannya. Sementara itu, dari 53 siswa yang tidak mengikuti ujian, 47 orang dinyatakan DO terdiri dari 30 siswa SMK dan 17 SMA. Dari jumlah ini 7 orang dinyatakan telah menikah, mereka berasal dari SMKN 3 Kota Bengkulu. Sedangkan 6 orang sakit berasal dari SMKN 3, SMKS 1, SMKS 3 dan SMKS 9 “Keterangan yang bisa ditolerir hanya izin dengan alasan tertentu seperti orang tua meninggal dan sakit yang disertai oleh keterangan sakit dari dokter,” ucapnya. Apabila tanpa keterangan yang pasti, maka siswa tersebut dinyatakan tidak lulus UN. Sementara itu berbeda dari tahun lalu seluruh LJK UN telah dikirimkan ke Universitas Bengkulu permata pelajaran. Cara ini lebih efektif agar LJK siswa tersebut segera dapat discanner oleh tim penindaian yang ada di Unib. “Mekanismenya, LJK permata pelajaran wajib dikirimkan ke sekretariat UN yang ada di SMAN 2 dan SMKN 3. Dari sini LJK tersebut kemudian akan dibawa ke Unib,” jelasnya. Untuk itu, ia meminta agar seluruh sekolah penyelenggara untuk tidak membuang waktunya dengan terlambat datang menyerahkan LJK tersebut.

Pengawas
Dalam pengawasan tahun ini Universitas Bengkulu menurunkan 45 orang dengan rincian 41 dosen dan 4 mahasiswa. Sekolah yang jumlah ruangannya lebih banyak seperti di SMAN 2, SMKN 1 dan SMKN 3 diawasi 2 orang tim indipendent. Hal ini dilakukan agar pengawasan dapat dilakukan lebih efektif. “Pengawasan hari ini akan tergambar diberita acara yang diisi oleh pengawas. Hari Jumat nanti baru kita bisa lihat hasil pengawasan apakah sesuai dengan pos atau tidak,” ungkap Koordinator UN SMA, Prof Syafril

Disisi dari soal ujian yang mulai diujikan ditahun ini cukup beragam. Apabila ditahun lalu, soal no. 1 tipe soal A akan akan ditipe soal B dinomor urut yang berbeda.

Ujian di Sel

Tak semua peserta ujian mengisi soal di dalam kelas. Ada juga yang harus mengejar kelulusan dari balik jeruji besi. Pelajar SMA Pembangunan berinsial Ra (17) warga Jalan Tulang Bawang RT 7, Kelurahan Padang Harapan mengisi soal ujian di ruangan tahanan Mapolda Bengkulu. Pelajar yang disebut-sebut putra pejabat di DPRD Provinsi ini diduga terlibat pedaran narkoba. Ia mengikuti ujian sesuai dengan waktu dengan pelajar lain yang mengikuti UN di sekolahnya. Begitu juga dengan penjagaan yang ketat dari pengawasan ujian, dan kepolisian. Selain itu, tersangka tidak mengenakan pakaian seragam sekolah, melainkan hanya seragam bebas saja. “Bisa kok ngisi jawabannya. Mudah-mudahan dapat dapat nilai yang baik,”ujar Ra usai mengikuti ujian hari pertama, kemarin. Sementara itu, Dir Narkoba Polda Bengkulu, Kombes Pol Drs Moch Budi Tono didampingi Kabid Humas, AKBP Hery Wiyanto, SH membenarkan hal tersebut. ” Kita memberikan kemudahan agar tersangka dapat mengikuti ujian seperti temannya yang lain,” katanya.

Rektor Unib Memantau

Di bagian lain, Rektor Unib, Prof DR Zainal Muktamar bersama jajarannya juga ikut memantau jalannya ujian nasional di hari pertama. Sasarannya SMAN 1 Kota Bengkulu dan SMKN 2 Padang Harapan. “Sampai saat ini, pelaksanaan UN masih berjalan aman, tertib dan lancar,” ujar Zainal, di sela – sela kunjungan ke sekolah-sekolah, kemarin.

Polres Lidik

Polres Bengkulu diam-diam menyelidiki modus peredaran kunci jawaban UN. Sebab tindakan ini termasuk pidana. Diingatkan pula seluruh warga Kota Bengkulu yang menerima SMS isi atau jawaban UN tersebut untuk tidak terpancing dan mempercayainya.”Ternyata setelah dicroscek hal itu ternyata tidaklah benar. Kita juga meminta agar pelajar untuk segera melaporkan jika menerima akan kunci-kunci jawaban,” terang Kapolres H Joko Suprayitno SST MK.(tim)