Kemenag Provinsi BengkuluPerjuangkan Kesejahteraan Guru RA

Gaji Guru RA Hanya Rp 250 Ribu Per Bulan

Kemenag Perjuangkan Kesejahteraan Guru RA

BENGKULU, BE – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Drs H Zahdi Taher MHi menuturkan, kesejahteraan guru Raudhatul Athfal di Bengkulu, memprihatinkan. Menyikapi hal ini dia pun berjanji Kemenag mendorong kesejahteraan para guru dibawah naungan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dapat diperjuangkan sehingga kesejahteraanya para guru dapat dikatakan layak.

“Setelah saya bincang-bincang gaji guru RA kisaranya Rp 250 ribu/bulan. Kalau dilihat sekarang nominal ini jauh dari sejahtera,” ungkapn Zahdi saat membuka acara Apresiasi Guru Raudhatul Athfal Indonesia (APGURAINDO) Provinsi Bengkulu, 2020, di aula Kanwil Kemenag Bengkulu, Senin (1/12).

Selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenag Bengkulu Zahdi menuturkan, ia mengupayakan peningkatkan kesejahteraan guru honorer RA setara dengan tenaga penyuluh. Sebulan dapat menerima upah gaji Rp 1 juta dengan begitu tidak ada lagi gaji guru yang memprihatinkan. Upaya ini tentu perlu proses dan ia pun mendorong pada kepala kemenag kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten/kota sehingga tenaga pendidik RA dapat diusulkan sebagai anggota penerima BPJS Ketenagakerjaan.

“Hendaknya Pemda merangkul guru RA dan memberikan insentif, cukup dijamin menalangi BPJS ketenagakerjaan sehingga guru RA memiliki jaminan kerja selama menjalankan tugasnya,” harapnya. Ketua PW IGRA, Hj Ir Lirwana sangat berharap ada perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru RA.

“Ya, kalau kesejahteraan memang masih memprihatinkan, namun kami berupaya tetap memajukan generasi Islami bermartabat dan penuh keihlasan dalam menjalankan tugas,” katanya.

Meski begitu, ia sangat bersyukur atas perhatian Kakanwil Kemenag baru Zahdi Taher. Ia berharap dibawah kepemimpinananya IGRA semakin kuat dan sejahtera.  sementara itu, Pelaksanaan Apresiasi Guru Raudhatul Athfal Indonesia (APGURAINDO) Provinsi Bengkulu 2020, digelar ditengah pandemi covid-19. Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Ada beberapa rangkai mata lomba yang digelar, namun semuanya digelar secara daring.

“Semuanya dinilai juri melalui soft file yang dikirim peserta ke panitia PD Igra se Provinsi Bengkulu,” katanya.
Apresiasi ini sebagai peningkatan kompetensi bagi guru. Pasalnya guru sebagai ujung tombak dalam memenuhi tuntutan orang tua dalam mencerdaskan anak-anaknya disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi saat ini.

“Peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting secara berkelanjutan. Apguraindo inilah sebagai wadah bagi guru untuk jadi terbosan dalam berkarya yang digelar skala provinsi,” katanya.
Selanjutnya, para pemenang tingkat provinsi dipersiapkan untuk bisa berkompetisi ditingkat nasional yang akan digelar pada Oktober 2021.

“Harapan kita, mudah-mudahan guru RA Bengkulu bisa mengukir prestasi tingkat nasional,” tandasnya. (247)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*