Kemenag Kota  Bengkulu Upayakan CJH Berangkat Tahun Depan 

SATRIA WIBOWO/BE – Sosialiasi Keputusan Menteri Agama 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 1441 H/2020 di Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu pada senin (7/9).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu berjanji akan mengupayakan 308 orang calon jemaah haji (CJH) Kota Bengkulu yang batal berangkat tahun ini, bisa berangkat haji pada tahun depan.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Bengkulu, Ramadhan Subhi, SE MM kepada BE disela-sela sosialisasi Keputusan Menteri Agama 494 tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 1441 H/2020 di Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu, Senin (7/9).

SATRIA WIBOWO/BE – Sosialiasi Keputusan Menteri Agama 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 1441 H/2020 di Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu pada senin (7/9).

“InsyaAllah tahun 2021 kita upayakan untuk bisa berangkat. Untuk jemaah mohon bersabar, tetap jaga kesehatan dan pelajari lagi manasik hajinya dari buku yang telah diberikan, mudah-mudahan kita bisa berangkat tahun depan,” ucap Ramadhan dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah perwakilan dari Kemenag Provinsi Bengkulu, Kantor Urusan Agama, Penyuluh Agama Islam dan sejumlah CJH tahun 2020.

Ramadhan Subhi, SE MM

Ramadhan menambahkan tentang beberapa poin yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tentang hak-hak dan kewajiban jemaah dengan adanya pembatalan keberangkatan haji karena pandemi Covid-19 tahun ini. Jika jemaah mau, mereka bisa mengambil uang pelunasan yang sudah dibayarkan. Tetapi tahun depan, sebelum keberangkatan mereka harus membayar kembali uang pelunasan tersebut. Tetapi, kalau tidak diambil juga tidak menjadi masalah, karena memiliki nilai manfaat.

“Jemaah punya hak paspor dikembalikan dan hak untuk mengambil kembali uang pelunasan. Jemaah bisa mengambilnya dan bisa juga tidak, bagi mereka yang tidak mengambil, artinya nanti sebelum mereka berangkat haji, mereka akan mendapat nilai manfaat dari uang yang tidak mereka ambil tersebut,” tambah Ramadhan.

Sementara itu, Yunita Erlisna Fitri (34), salah seorang CJH yang batal berangkat tahun ini, mengaku ikhlas dengan keputusan Kemenag tentang batalnya keberangkatan haji tahun ini.

“Urusan haji ini adalah masalah niat dan panggilan dari Allah SWT. Kita manusia hanya bisa berikhtiar dan bersabar, biar Allah yang menentukan. Bagi saya ini merupakan ujian untuk meningkatkan ketaqwaan,” ungkap Yunita, yang mengaku telah mendaftar haji sejak tahun 2010.

Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi beberapa sesi hingga 4-5 hari kedepan, mengingat jumlah jamaah yang terbilang cukup besar yakni 308 orang CJH tahun 2020, sehingga tidak mungkin bagi panitia melaksanakannya dalam tempo 1 hari dalam jumlah besar di satu tempat yang sama. (Mg5)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*