Kemenag Kepahiang Cegah Konflik Dalam Rumah Tangga


Doni/BE
Kepala Kantor Kemenag Kepahiang, Arsan S Ibrahim membuka acara workshop pembekalan kepada imam dan tokoh masyarakat.

KEPAHIANG,bengkuluekspress.com – Para imam dan tokoh masyarakat disemua wilayah Kabupaten Kepahiang diharapkan dapat menjadi agen Kementerian Agama (Kemenag) mengedukasi keluarga masyarakat. Agar setiap rumah tangga atau keluarga di Kabupaten Kepahiang bisa mengendalikan penanganan konflik keluarga, hingga tidak adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Untuk dapat menjalankan kegiatan edukasi ditengah masyarakat, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepahiang memberikan pembekalan khusus kepada 60 imam dan tokoh masyarakat, Senin (15/3).
“Melalui pembekalan ini, diharapkan imam dapat menjadi perpanjangan tangan Kemenag dalam mensosialisasikan berbagai kiat penanganan konflik keluarga dalam rumah tangga ditengah masyarakat,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kepahiang, Arsan S Ibrahim MHI.

Arsan mengatakan, untuk mengedukasi masyarakat secara luas dibutuhkan perenan berbagai pihak terutama para tokoh agama, tokoh masyarakat mulai ditingkat desa hingga ketingkat kabupaten. Jika semua lini sudah bergerak bersama memberikan pemahaman pada warga menangani pentingnya mencegah konflik dalam rumah tangga, baru harapan terhapusnya kasus KDRT bisa tercapai.
Maka para peserta nantinya diharapkan bisa memberikan contoh langsung kepada masyarakat dalam hal pembinaan keluarga. Serta bisa memberikan pendidikan langsung kepada warga agar dapat menghindari konflik-konflik besar dalam rumah tangga, bahkan Arsan mencontohkan jika orang tua dulu sangat pandai menyembunyikan masalah (Ribut,red) sehingga tidak diketahui anak-anaknya.
“Orang tua dulu sangat berpikir bagaimana menghindari pertengkaran didepan anak-anak. Hingga kita anak-anak bahkan tidak tahu kalau orang tua kita sedang ribut,” ungkapnya. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*