Kemenag Gelar Halal Bihalal

HALAL BI HALAL Keluarga besar Kemenag Kaur saat mengelar hahal bi halal di pantai samudra pantai Laguna Desa Merpas Kecamatan Nasal, Selasa (36
IRUL/Bengkulu Ekspress
HALAL BI HALAL: Keluarga besar Kemenag Kaur saat mengelar hahal bi halal di pantai samudra pantai Laguna Desa Merpas Kecamatan Nasal, Selasa (3/7).

BINTUHAN KABUPATEN KAUR, Bengkulu Ekspress- Dalam rangka menjalin silaturrahim antar aparatur sipil negara (ASN) dan honorer, keluarga besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kaur menggelar acara halal bihalal Idul fitri 1439 Hijriah sekaligus pembinaan ASN di Pantai Laguna Desa Merpas Kecamatan Nasal, Selasa (3/7).

“Kegiatan halal bi halal ini rutin kita gelar setiap tahunnya, dan ini untuk mempererat silaturrahim dan juga sekaligus pembinaan pegawai Kemenag,” kata Kepala Kemenag Kaur Drs. H. Zainal Abidin MHI, melalui Kasubag TU Arpan Efendi SPd, kemarin (3/7).

Dikatakan Arpan, ia meminta agar semua jajarannya untuk dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan usai lebaran ini. Juga diharapkan dapat menciptakan disiplin, kejujuran dan akhlak yang mulia dalam setiap diri, sehingga apapun yang dilaksanakan menjadi amal ibadah. Juga halal bi halal, penting untuk dijalin sehingga umat Islam tidak berpecah belah, apalagi di kalangan ASN yang diberi amanah untuk menjalankan visi dan misi Kemenag Kaur ini.

“Melalui halal bi halal ini saya minta semua pengawai Kemenag Kaur untuk lebih meningkatkan lagi dalam melayani umat,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, peserta halal bi halal juga mendengarkan ceramah agama oleh ustad Khairun Nasikhin. Ustad menjelaskan bahwa budaya halal bi halal ini sangat penting untuk meningkatkan silaturahmi dan persaudaraan sesama umat Islam. Disamping itu juga dapat mempersatukan umat Islam tanpa membedakan suku, ras, golongan dan lapisan masyarakat sebab dalam Islam mengajarkan semua umat Islam bersaudara.

“Halal bil halal ini dapat menciptakan silaturahmi dan mempersatukan umat Islam tanpa membedakan satu sama lainnya sebab Islam mengajarkan semua umat adalah bersaudara,” sampainya. (618)