Kembangkan Kerajinan Kulit Lantung

MEDI/BE
Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi bersama Disperindag saat membuka pelatihan kerajinan kulit latung, kemarin.

Pemkot Gelar Pelatihan

BENGKULU, bengkuluekspresss.com – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Pelatihan Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Hasil Produksi Berbahan Kulit Lantung Bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Bengkulu, di Hotel Raffles, kemarin (11/12).

Wakil Walikota, Dedy Wahyudi SE MM mengatakan produk IKM ini belum bisa menarik perhatian masyarakat jika tidak ada pengembangan secara serius. Untuk itu ia berharap melalui pelatihan ini ada peningkatan khusus dalam hal teknis pembuatan agar menghasilkan produk yang lebih modern.

“Selain itu dengan cara pemasaran era digital, orang bisa pesan melalui online, promosi bisa dilakukan melalui media apa saja. Dengan kualitas yang baik, tentu semua akan tertarik,” kata Dedy.

Menurutnya, kerajinan tangan itu tergantung dengan kerumitan, semakin rumit semakin mahal. Maka peningkatan kualitas produksi adalah sesuatu yang penting, maka dari itu pemerintah siap bantu untuk permodalan melalui Samisake dan juga tengah disiapkan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Fadillah Kota Bengkulu. “Kita angkat hal- hal unik dan ini harus dikerjakan secara keroyokan, Perindag tidak bisa sendiri, peran dinas lain seperti koperasi dan pariwisata juga dinas perempuan dan anak juga dibutuhkan,” sampainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kota Bengkulu Hj Dewi Dharma MSi mengatakan, ini merupakan kegiatan rutin untuk mendalami produksi kulit lantung. Potensi yang besar bagi IKM akan selalu pemkot dukung. “Kerajinan kulit lantung ini mempunyai ciri khas dan sangat populer. Dengan tujuan peningkatan kapasitas dan produksi kulit lantung. Selain itu Meningkatkan perekonomian usaha kulit lantung,” katanya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas pengrajin kulit lantung, sehingga IKM dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dapat berkembang dengan hasil yang lebih baik lagi. Untuk diketahui pelatihan ini diadakan selama 2 hari diikuti 30 orang peserta dan menghadirkan Narasumber Emi Kusmiati Pengrajin Fajar Wonnk dan Dr. Pakri Fahmi, M.Si Dosen Universitas Bengkulu. (805)