Kembangkan Kambing dan Sapi

Bengkulu
Dok/Bengkulu Ekspress SERAHKAN: Penyerahan bantuan bibit kambing dari Dinas Pertanian kepada poktan beberapa waktu lalu.

KABAWETAN, Bengkulu Ekspress – Sebagai salah satu daerah yang ditargetkan menjadi penghasil ternak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang melalui Dinas Pertanian terus berbenah. Setelah memiliki kawasan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) di Kecamatan Kabawetan. Dinas Pertanian terus melanjukan program SPR dengan menyediakan bibit sapi dan kambing unggulan untuk dikembangkan masyarakat di wilayah SPR.

Kadis Pertanian Kepahiang, Hernawan AMd menjelaskan, pihaknya telah menganggarkan dana untuk pengadaan bibit ternak. Meskipun tak menyebutkan total anggarannya, Hernawan mengatakan, bila bibit sapi dan kambing nanti akan dikembangkan melalui kelompok tani (Poktan) binaan Dinas Pertanian di kawasan SPR.

“Yang jelas ada untuk jumlah belum ditetapkan, ini kan program kelanjutan SPR,” ujarnya.

Setidakanya di tahun ini Dinas Pertanian menargetkan pengadaan 60 ekor sapi dan 120 ekor kambing untuk dikembangbiakan. Sapi dan kambing tersebut nantinya dibeli oleh Pemda untuk diserahkan ke masyarakat agar dapat dikembang biakkan. Sehingga dapat dijadikan bibit awal bagi masyarakat untuk berternak sapi ataupun kambing.

“Prioritasnya mengisi kepada masyarakat di SPR, program ini juga sebagai program lanjutan,” ungkapnya.

Pemda sendiri memang memfokuskan pada pengembangbiakan jenisĀ  kambing peranakan etawa (PE) Kaligesing. Sebab merupakan investasi bagus dalam dunia peternakan kambing. Etawa memiliki nilai yang tinggi dibandingkan jenis kambing lainnya. Lebih lanjut Hernawan menegaskan, bila pihaknya juga tengah merencanakan penambahan kawasan SPR di Kabupaten Kepahiang.

“Selanjutnya di Kecamatan Ujan Mas juga, kita upaya menjadi sentra perternakan rakyat dengan memberikan pembinaan dan pendampingan nantinya,” tutur Hernawan.

Ia mengatakan, bila target swasembada daging ke depan. Sehingga Kabupaten Kepahiang dapat menjadi daerah penyedia atau penyangga kebutuhan daging nasional. “Selain menyediakan anakanĀ  atau bibit, kita juga memperbanyak Poktan binaan sehingga kecintaan masyarakat terhadap ternak bisa meningkat. Dengan begitu juga akan semakin banyak pula warga yang ingin berternak,” sebutnya. (320)