Kembangkan Desa Mandiri Pangan

TUBEI, BE – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lebong, ditahun 2012 ini mengembangkan desa menjadi lokasi desa mandiri pangan. Tujuan pengembangan desa mandiri pangan ini untuk membantu warga atau petani dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarganya.  Hal ini diungkapkan Kepala DPKP Lebong Ir Rudi Pancawarman kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan Rudi, di Kabupaten Lebong, dengan dikembangkannya desa mandiri pangan dirasa cukup efektif dalam meningkatkan kebutuhan pangan dan menambah pendapatan warga atau petani.  “Selama ini Poktan ataupun Gapoktan selalu dihadapkan dengan berbagai masalah terutama keterbatasan modal untuk melakukan kegiatan pengolahan, penyimpanan, pendistribusian setelah panen. Pada saat Musim panen bisanya para petani dihadapkan dengan harga jual yang rendah dan ada keterpaksaan untuk menjual sedangkan pada saat musim paceklik petani kesulitan mendapatkan beras karena tidak memiliki cadangan Beras. Atas dasar ini lah maka kita berupaya membuat Desa mandiri Pangan,” jelas Rudi.

Di tahun 2012 ini, rencananya Pengembangan Desa Mandiri Pangan ini akan di lakukan di dua desa yakni Desa Suka Bumi Kecamatan Lebong Sakti dan Desa Nangai Amen kecamatan Lebong Utara.  Untuk Desa Suka Bumi telah memasuki tahap Pengembangan dan Desa Nagai Amen memasuki tahap persiapan.  “Untuk pengembangan Desa Mandiri Pangan ini, ada bantuan dana dari pemerintah pusat berupa dana bantuan sosial yang dipergunakan membeli hasil pertanian anggota kelompok di desa tersebut dengan harga standar pemerintah. Padi yang dibeli ini selanjutnya di simpan dan pada saat musim pacekelik akan di jual kepada anggota kelompok dengan harga standar pemerintah.  Tujuannya agar tidak terjadi rawan pangan,” kata Rudi.

Tujuan Program Aksi Desa Mandiri Pangan Ini adalah untuk memandirikan desa yang sebelumnya berisiko rawan pangan. Di Kabupaten Lebong sendiri berdasarkan data BPM PP dan KB, ada sebanyak 56 desa rawan pangan. “Program Desa Mandiri Pangan ini kita upayakan dapat menyentuh di setiap desa yang saat ini masih rawan pangan.  Namum karena dana bantuan sosial dari pemerintah pusat untuk kegitan desa mandiri pangan ini terbatas, maka pelaksanaannya tidak bisa sekaligus tapi bertahap. Kita juga mendorong agar setiap Gapoktan dapat menerapkan kegiatan membuat lumbung kelompok sehingga ketersediaan pangan bagi anggota dapat terjamin,” pungkas Rudi. (777)