Kembali, 9 Desa di Seluma Terendam Banjir

Satu dari sembilan desa yang terkena banjir bandang.

SAM, bengkuluekspress.com – Untuk kesekian kalinya, curah hujan yang tinggi dan air pasang membuat sembilan desa di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) dan Kecamatan Semidang Alas (SA) terendam banjir air bah. Meliputi Serian Bandung, Talang Alai, Talang Kemang Jambat Akar, Gunung Kembang, Maras Bantan, Gunung Bantan, Serian Bandung, dan Muara Maras. Beruntung banjir musiman ini tidak ada korban jiwa.

“Debit air masih saja tinggi dan ini merupakan air sungai Maras meluap dan kerap terjadi dan ketinggian banjir ini bervariasi ada yang 50 cm dan ada juga 2 meter,” tegas Kapolsek SAM Ipda Frengky Sirait kepada BE.

Hingga pukul 16.00 WIB ini kondisi air masih belum surut. Mengingat air sungai yang meluap terus ditambah lagi dengan hujan masih terjadi. Untuk jumlah rumah sampai saat ini belum diketahui berapa jumlahnya yang pasti akibat meluapnya sungai maras ini sembilan desa terisolir. Dan sampai saat ini debit air masi tetap naik.

“Warga tetap diminta waspada dan berhati hati,” harapnya.

Sementara itu, Kades Gunung Bantan, Supinra, yang juga merupakan salah satu desa yang terisolir akibat meluapnya sungai Maras mengatakan bahwa sampai dengan saat ini ketingian air yang merendam Desa Gunung Bantan mencapai 2 meter.

“Untuk saat ini ada 266 rumah yang terendam dengan ketingian air mencapai 2 meter, untuk korban jiwa sampai saat ini tidak ada, namun kerugian materil akibat banjir ini jelas sangat tinggi,” ucap Supinra.

Lanjutnya, tak hanya merendam pemukiman warga luapan air Maras ini juga merendam ladang persawahan milik warga, dan akibat luapan ini tanaman padi rusak dan beberapa hasil panen yang belum sempat di pindahkan ikut terbawah arus.

“Kalau di Desa Gunung Bantan ini sekitar 50 hektar sawah yang terendam. Kemaren itu padi hasil panenan kan masi banyak di tengah sawah, dengan banjir ini dipastikan hasil panen itu hanyut,” tegas Supinra.

Terpisah, curah hujan yang tinggi membuat arus sungai Jenggalu di Kecamatan Sukaraja mengalami kenaikan debit air. Aliran sungai menjadi deras dan naik, dan membuat satu unit bangunan Ruko yang belum selesai di Desa Cahaya Negeri runtuh ke sungai, dan sebagian lagi hanyut dibawa arus. Dijelaskan Ngatino, salah satu pekerja bangunan, peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 03.00 dinihari.

“Kejadiannya tadi malam pukul 03.00, panjang pondasi bangunan yang terkena ini kurang lebih 30 meter,” ujarnya. (jef)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*