Kematian Menanti sang Buldoser

erdana Menteri (PM) Israel Ariel SharonTEL AVIV – Kondisi kesehatan mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon semakin buruk. Kemarin (5/1) pihak rumah sakit mengatakan bahwa kondisi tokoh 85 tahun itu kritis. Organ-organ vital politikus senior tersebut mulai lemah dan ajal bisa menjemput dia dalam hitungan hari.

“Saya sudah pesimistis jika dibandingkan dengan sebelumnya. Fungsi organ-organ vital beliau (Ariel Sharon, Red), terutama ginjal, sama sekali tidak membaik,” terang Zeev Rotstein, direktur Rumah Sakit Tel Hashomer, tempat Sharon menjalani perawatan medis intensif sejak Rabu lalu (1/1). Selain kondisi fisik, menurut dia, kesehatan mental pria berjuluk Buldoser itu juga kian mengkhawatirkan.

Sebenarnya, menurut Rostein, detak jantung Sharon membaik. Bahkan, kondisinya jauh lebih baik daripada setelah dia menjalani operasi ginjal pekan lalu. Kendati demikian, dia masih berada dalam masa kritis.

“Saya tidak bisa melihat masa depan, tapi tidak ada peluang lagi untuk beliau. Kematian bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya. Oleh karena itu, dia meminta keluarga Sharon tetap berada di sampingnya.

Jumat lalu (3/1) pihak rumah sakti mengumumkan bahwa kondisi Sharon sangat buruk. Tim dokter mengatakan, infeksi sudah menjalar ke tubuh politikus berpangkat jenderal itu. Bahkan, darah Sharon sudah terinfeksi. Akibatnya, tim medis tidak bisa melakukan cuci darah untuk memperingan kinerja ginjalnya yang lemah.

Sebelum dibawa ke rumah sakit yang tidak jauh dari Kota Tel Aviv itu, Sharon menjalani perawatan medis di rumah selama sekitar delapan tahun.

Ya, pemimpin garis keras yang menuai banyak kecaman dari Palestina dan masyarakat internasional itu terkapar karena stroke. Sejak 18 Desember 2005, kondisi kesehatannya statis setelah terserang stroke ringan saat sedang berkonvoi menuju peternakannya. (AP/AFP/hep/c4/tia)