Kemarau, Ratusan Lele Mati

PONDOK KELAPA, BE – Musim kemarau yang terjadi saat ini tidak hanya menyebabkan sawah kekeringan dan warga mengalami krisis air bersih. Namun para peternak ikan lele di Desa Srikaton juga merasakan imbasnya. Ikan lele yang dibudidayakan peternak binaan Bank Indonesia Bengkulu ini banyak mati karena kekurangan air.

Warga Srikaton, Handoyo mengakui jika Lele peliharannya bantuan dari BI tersebut, mulai mati sejak 2 hari lalu. Awalnya Handoyo mengira lele peliaharaannya itu masih hidup. Namun saat panen, ikan yang ditangkap ternyata sudah banyak yang mati.

“Kita meyakini Lele mati  karena kurangnya air, dan suhu panas. Sehingga berdampak buruk pada kondisi ikan, apalagi kita memeliharanya menggunakan fiber buatan dari terpal,” katanya.

Hampir seluruh warga yang beternak Lele di Desa Srikaton merasakan hal yang sama. Peternak lainnya, Maryono juga mengetahui Lele peliharaannya mati dalam jumlah banyak.

Untuk menghindari kerugian lebih besar, peternak  terpaksa panen dini.

“Untungnya ikan walaupun sudah mati tetap bisa kita konsumsi. walaupun dalam kondisi seperti ini, pemeliharaan lele tetap akan kita kembangkan.

Kita coba mencari informasi lagi, siapa tau ada kesaalahan dalam melakukan pemeliharaan. Memang masalaah air menjadi permasalaahn tersendiri.” ucapnya.
Atas masalah ini peternak berharap BI dan Unb turun kembali dan memecahkan permasalahan yang terjadi. (160)