Kemarau Hingga November


CURUP, Bengkulu Ekspress – Musim kemarau yang saat ini tengah melanda Kabupaten Rejang Lebong diprediksi akan berlangsung hingga Bulan November mendatang. Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Basuki SSos

“Untuk musim kemarau sendiri diprediksi akan berlangsung hingga November mendatang,” sampai Basuki saat dikonfirmasi Kamis (15/8) kemarin.

Menurut Basuki, meskipun musim kemarau sudah berlangsung cukup lama namun kondisi tersebut belum berdampak dengan pertanian warga, dimana menurutnya belum ada petani di Kabupaten Rejang Lebong mengeluhkan kekurangan air atau gagal panen karena terjadi kekeringan. “Begitu juga dengan ketersediaan air bersih, hingga saat ini masih aman,” tambah Basuki.

Disisi lain, terkait dengan kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, Basuki mengaku hingga kemarin belum ada laporan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rejang Lebong. Meskipun ia mengakui dari pantauan satelit terpantau titi api yaitu di kawasan Kota Padang dan Padang Ulak Tanding.

Menurut Basuki, titik api yang terpantau tersebut terjadi karena ada warga yang melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Namun menuruntya titik api tersebut masih dalam kategori ringan karena dari warnanya saja masih kuning.

“untuk titik api memang ada terpantau satelit di Rejang Lebong yang disebabkan pembukaan lahan dengan cara dibakar, namun masih dalam kategori ringan,” sampainya.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki mengimbau kepada masyarakat Rejang Lebong untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar terutama saat musim kemarau seperti saat ini. Hal tersebut penting, karena menurut Basuki membuka lahan dengan cara dibakar tersebut bisa memicu terjadinya kebakaran lahan yang luas.

Kemudian menurut Basuki, untuk mengantisiasi kebakaran hutan dan lahan, sambung Basuki, pihaknya juga terus memberikan penyuluhan pada masyarakat desa agar tidak membakar lahan. “Karhutla saat ini jadi prioritas penyuluhan yang dilakukan Kades, Babinsa dan Babinkhamtibmas saat melakukan penyuluhan pada masyarakat agar tidak membakar lahan,” demikian Basuki.(251)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*