Kemarau, Hasil Panen Berkurang

MUKOMUKO, BE – Kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Mukomuko memberikan dampak yang negatif. Selain banyaknya lahan yang terbakar juga berimbas kepada para petani khususnya petani padi sawah yang berada di Desa Sungai Ipuh Kecamatan Selagan Raya dan sekitarnya. Pasalnya hasil panen padi sawah yang memanfaatkan aliran irigasi itu hasil panennya berkurang cukup signifikan.

“Sebelumnya hasil panen mencapai 5 hingga 6 ton /hektar. Namun panen kali ini menurun hingga 25 persen,” ujar Petani di Kecamatan Selagan Raya sekaligus Ketua Yayasan Genesis Kabupaten, Barlian kepada BE, kemarin.

“Ratusan hektar padi sawah yang terbentang  di wilayah itu juga diserang hama tikus sehingga  hasil panen kali ini kurang memuaskan,” bebernya.

Dikatakan Barlian, hasil panen yang kurang optimal itu juga berimbas kepada pendapatan petani ditambah lagi para petani tersebut menjual gabahnya kepada para tengkulak dari luar Kabupaten dengan harga Rp 225 ribu hingga 250 ribu perkarung dengan berat 60 kg. “Jika para tengkulak tersebut kebanjiran menerima gabah yang dijual petani maka harga akan semakin rendah. Dan khususnya para petani yang mata pencaharian hanya bersawah mau tidak mau tetap menjual gabahnya ke tengkulak yang bersangkutan,” bebernya.

Barlian mengharapkan pemerintah daerah menyediakan penampungan sehingga para petani dengan mudah untuk menjual gabahnya dan hargapun dipastikan berpihak kepada petani. “Banyak keuntungan yang akan didapat petani jika pemerintah daerah ada tempat untuk membeli gabah. Sehingga para petani tidak perlu lagi menjual kepara tengkulak yang tentunya dihitung dengan biaya transportasi yang cukup tinggi,” ujarnya. Jika petani makin sejahtera maka pemerintahpun bisa dikatakan berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tutupnya. (900)