Kelulusan Ditentukan Sekolah

IMG-20130607-00388BENGKULU, BE – Sekalipun Ujian Nasional (UN) SD dilakukan secara nasional tapi penentu kelulusan masih ditentukan sekolah. Untuk itu, sebelum menentukan kelulusan siswa, sekolah diwajibkan telah menentukan standar kelulusan sekolahnya masing-masing.
“Berkaitan dengan ketentuan kelulusan UN SD. Kriteria kelulusannya ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya. Kriteria kelulusan ini juga ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan dan nilai rata-rata ketiga mata pelajaran,” kata Kadispendik Provinsi Bengkulu, Dr. Syafruddin AB SE MSc.
Oleh karena itu, masing-masing sekolah dipastikan menetapkan kriteria kelulusan secara bervariasi. Ada sekolah yang menetapkan 2,0 sebagai nilai terendah dengan nilai rata-rata 3,00. Ada pula sekolah yang menetapkan 2,25 sebagai nilai terendah dengan nilai rata-rata 4.00. Sedangkan nilai rata-rata ujian sekolah adalah 6,0. Penentuan nilai terendah dan nilai rata-rata oleh sekolah tersebut didasari berbagai hal. Misalnya, pelaksanaan try out atau pra UN. Ketentuan itu pun disepakati melalui perundingan antara guru sekolah dengan pihak komite sekolah.
“Jadi harus dipahami oleh masyarakat bahwa antara satu sekolah dengan sekolah lain berbeda. Dispendik dan Bupati tidak boleh intervensi ,” tegasnya. Setelah nilai terendah dan nilai rata-rata yang telah ditetapkan maka tidak boleh dibandingkan atau digugat oleh orang tua murid. Sebab sudah dibuat berdasarkan kesepakatan antara sekolah dengan komite sekolah. Penentuan nilai terendah dan nilai rata-rata akan menentukan kredibilitas sekolah.
Sementara itu dari hasil jumlah nilai UN SD/MI di tahun ini, Rejang Lebong menduduki peringkat pertama dengan total nilai 23.89, diikuti oleh Kota Bengkulu 22.92 dan Seluma 22.92 (lengkap baca grafis). Sedangkan rangking terendah di Kabupaten Kaur dengan total nilai 19.60. Sementara tiga besar sekolah peraih UN terbaik diraih Kota Bengkulu. Di antaranya SDN 82, SDN 5 dan SD IT Iqra masing-masing memiliki rata-rata 28, 15.
Terkait hal tersebut, Kasi kurikulum SMP Dispenbud Kaur Muslihun SPd mengatakan meskipun menduduki rangking terendah namun dari 2.185 peserta un, diantaranya ada yang mendapatkan nilai 25.40. Nilai ini diraih oleh siswa SDN 1 Kaur Selatan bernama Sherly Ernita.
“Data ini baru sementara, karena kita belum melakukan ferivikasi data lengkap,” jelasnya. Terkait dengan jadwal pengumuman, dia mengatakan akan dilakukan setelah rapat dewan guru.
Disamping itu, Kasi Kurikulum SMP Disdikpora Kepahiang, Bambang Sugiharto Spd mengatakan untuk sementara jumlah nilai tertinggi diperoleh oleh siswa SDN 2 Kepahiang dengan nilai 27.40 terdiri dari 9.40 (bahasa indonesia), 8.25 (matematika) dan 9.50 (IPA). Jumlah siswa dengan nilai tertinggi ini dipastikan akan bertambah setelah dilakukan perekapan data secara menyeluruh.
“Di kepahiang ada 105 SD, dari jumlah itu saya rasa masih ada siswa yang mendapatkan nilai tertinggi,” terangnya.

Komplain
Sementara itu, Kepala SD IT Kota Bengkulu, Sutrisno Spd menyampaikan komplain hasil rekapan nilai siswanya. Karena dari hasil analisisnya secara manual, masih terdaftar 5 orang lagi yang seharusnya mendapatkan nilai 10 pada mata pelajaran Matematika. Akan tetapi, hasil rekapan dari Dispendik tercatat hanya 9 orang yang mendapatkan nilai 10.
“Kita masih ingin mempertanyakan kenapa hasil nilai yang kami koreksi secara manual benar semua. Tetapi, hasilnya berbeda di tingkat Provinsi,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Penanggungjawab komputerisasi Dispendik Provinsi Bengkulu, R Wahyu DP MM mengatakan¬† bagi sekolah yang ingin mengajukan komplain terkait nilai dapat dilakukan dengan memberikan surat tertulis dengan melampirkan bukti yang otentik. “Silahkan buat suratnya dan akan kita proses,” ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya juga memberikan waktu 1 minggu bagi siswa yang nilainya tidak ada alias eror. Hal tersebut menyebabkan tidak adanya keterangan status siswa tersebut.

Nilai 10
Sementara itu di Kota Bengkulu, nilai tertinggi UN diperoleh oleh siswa SD IT Iqra 1 dengan nilai 28.52 posisi kedua diduduki siswa SDN 82 nilai 28,15. Sedangkan untuk perolehan nilai sempurna 10,00 terbanyak diraih oleh siswa SDN 82, sebanyak 35 siswa dari 154 siswa. Jumlah ini terbanyak dibandingkan sekolah lainnya.
“Alhamdulilah, nilai anak-anak kita rata-rata bagus nilai tertinggi 28.52 terbanyak di SDN 82,” ungkap Kabid Dikdas, Putera Rahman SH. Sementara itu, untuk jadwal pengumuman UN akan diserahkan ke masing-masing sekolah. Tentunya setelah rapat dewan guru selesai dilaksanakan.

Paket B
Selain itu, Ketua Panitia UN, Drs Budiyanta mengatakan Dispendik juga mengumumkan hasil UN paket B. Dari 286 warga peserta UN paket, 51 orang dinyatakan tidak lulus. Terdiri dari 27 (Kota Bengkulu), 63 (Bengkulu Utara), 3 (Rejang Lebong), 1 (Bengkulu Selatan), 8 (Seluma), 2 (Kaur), dan 3 (Kepahiang). Dari jumlah tersebut, kabupaten Mukomuko, lebong dan Benteng tidak menjadi peserta UN paket B ditahun ini.
Bagi siswa yang tak lulus UN diminta untuk segera mendaftarkan dirinya ke PKBM terdekat. Mengingat hari ini seluruh data tersebut sudah harus terdaftar kepanitia provinsi. Akibatnya pihaknya tidak bisa melakukan proses entry data bagi dispendik yang melaporkan melewati batas tersebut.
“Ini adalah permintaan dari BSNP, kami harap untuk diindahkan,” terangnya.(128)