Keluhkan Pelayanan PLN

pln
Foto : IST

TAIS, Bengkulu Ekspress – Pemadaman listrik yang kerap dilakukan Perusahaan Listik Negara (PLN) Rayon Tais Seluma, dikeluhkan warga. Dalam sehari pemadalam lampu bisa terjadi hinngga 15 kali. Tentu saja hal itu menganggu kinerja masyarakat yang aktifityasnya sangat tergantung dengann listrik. Disampingitu, pemadaman listrik juga membuat peralatan elektronik milik warga bayak rusak.

Salah Seorang Pengusaha Pangkas Rambut di Kelurahan Pasar Tais Kecamatan Seluma, Yadi (37) kepada Bengkulu Ekspress menuturkan, ”Ngapo dak kesal pak. Usaha aku ni ngandalkan listrik inilah. Akibat sering mati lampu alat elektronik kami juga rusak atau meledak.”

Yadi mengeluhkan, seringnya pemadaman listrik membuat usahanya tidak dapat berjalan maksimal. Malahan lebih sering tutup akibat sering terputusnya aliran listrik. Bahkan pernah disaat memotong rambut pelanggannya lampu padam.

“Entahlah pak, bingung aku dengan Seluma ni. Cak mano ndak usaha, kalau listrik terus mati,” ujar Yadi.

Manajer PLN Rayon Tais, Saparudin mengatakan, seringnya terjadi pemadaman arus listrik di Kabupaten Seluma dikarenakan gangguan tanam tumbuh milik masyarakat yang mengenai jaringan listrik. “Ketika kami ingin memangkasnya, warga meminta ganti rugi, sedangkan di PLN tidak ada anggaran untuk itu,” jelas Saparudin.

Untuk itu, kata Saparudin, dirinya mengharapkan pengertian masyarakat dapat merelakan tanam tumbuhnya jika mengganggu jaringan listrik. Untuk penebangan dan pemangkasannya, petugas kami selalu siap.”Jika semua tanaman tersebut telah dipangkas dan dibersihkan, maka tidak akan ada lagi pemadaman listrik. Kecuali memang ada perbaikan,” imbuhnya.

Dijelaskannya untuk daya listrik, saat ini kabupaten Seluma tidak lagi kekurangan. Karena saat ini telah ada suplay dari Gardu Kakap di Air Sebakul Bengkulu tengah. “Kalau daya kita tidak akan kekurangan lagi. Berapapun yang dibutuhkan masyarakat bisa kita penuhi.



Namun kendalanya hanya masalah pemangkasan tanam tumbuh inilah. Untuk itu kepada masyarakat untuk dapat mendukung dan merelahkan tanam tumbuhnya dipangkas. Termasuk kepala desa, agar turut mensosialisasikan kepada warganya, terkait pemangkasan tanam tumbuh ini,” ujarnya. (333)