Keluhkan Ongkos Angkut Raskin

SELUMA UTARA, BE – Warga Desa Sekalak Kecamatan Seluma Utara dipastikan tak dapat menikmati program beras miskin (raskin) dengan harga subsidi Rp 1.600 per kg. Pasalnya, raskin di desa terisolasi tersebut tak dapat dijual dengan dengan harga yang sudah ditentukan tersebut akibat ongkos angkut dari kecamatan ke lokasi desa sangat tinggi. Kepala Desa Sekalak, Rijo Haliman Nata mengakui persoalan tersebut. Dikatakannya, untuk mendistribusikan raskin ke desanya panitia terpaksa mengeluarkan ongkos sebesar Rp 600 per kg. Sehingga, sudah dapat dipastikan harga jual beras bagi warga kurang mampu itu mesti lebih mahal dari harga raskin di desa lainnya di Seluma yang lokasinya tidak terpencil seperti Sekalak. ”Mahal sekali ongkos angkut dari kecamatan ke Desa Sekalak ini. Sehingga ketentuan harga jual raskin mungkin tidak bisa diikuti. Kalau harus dipaksakan diikuti, sudah maka raskin tidak akan dapat diangkut ke desa,” kata Rijo.

Diungkap Rijo, ongkos angkut tersebut menjadi sangat mahal karena kondisi jalan dari lokasi kecamatan menuju Sekalak rusak parah. Jalan berlumpur, menyusuri lembah dan tebing-tebing. Jarak tempuhnya pun puluhan kilo meter. Sementara program raskin sendiri tak menyiapkan anggaran untuk membayar ongkos distribusi yang mahal tersebut. ”Kami sendiri bingung bagaimana harus menyiasati masalah ini. Di satu sisi harga jual raskin harus sesuai aturan, tapi di sisi ada ongkos angkut yang mahal,” katanya. (444)