Keluarga Pasien Resahkan Parkir di RSUDHD

KOTA MANNA, BE – Keluarga pasien dan pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah Hasanudin Damrah (RSUDHD) Manna Bengkulu Selatan (BS) meresahkan parkiran kendaraan di rumah sakit, khususnya parkir sepeda motor. Keluarga pasien tidak nyaman berkunjung dan selalu mengkhawatirkan sepeda motornya hilang dari parkir rumah sakit. Sebab petugas parkir  hanya menunggu di pintu masuk dan pintu keluar rumah sakit saja.
“Kok petugas parkirnya hanya terkesan mau uang parkir saja, tapi kendaraan tidak terjamin keamanannya,” kata Gunawan (47) warga Kelurahan Gunung Ayu kepada BE kemarin (24/5).
Menurutnya, saat dirinya mengunjungi keluarganya di rumah sakit pada malam hari sebelumnya, kemudian dirinya mengendarai sepeda motor, lalu saat memarkirkan sepeda motor, tidak ada petugas yang menjaganya, bahkan sebagai bukti kalau dirinya membawa sepeda motor dan telah memarkirkan kendaraan di rumah sakit tidak diberikan. Sedangkan  di daerah lain, petugas parkir selalu menjaga sepeda motor yang diparkir serta memberikan tanda parkir yakni kertas atau nomor parkir kendaran.
“Coba kalau nanti sepeda motor kami hilang diparkiranm bagaimana kami membuktikan kalau sepeda motor kami hilang, sedangkan tanda bukti kami parkir tidak ada,” ujarnya.
Ditambahkan Arman pengunjung rumah sakit lainnya, disaat berkunjung, dirinya harus selalu bolak balik ruang pasien dengan lokasi parkir. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah sepeda motor masih tetap di lokasi parkir atau sudah hilang. Sehingga dirinya berharap petugas dapat bekerja profesional dengan tidak mengambil uang parkir saja. Namun kenyamaan pengunjung akan jaminan keselamatan kendaraannya diparkiran. Sebab jika tidak ada bukti parkir, bisa saja ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab mengambil salah satu sepeda motor bukan miliknya di parkir rumah sakit. Lalu saat ke luar membayar uang parkir Rp 2 ribu atau lebih kepada petugas, sehingga petugas  mengizinkan pelaku pergi.
“Bagi kami tidak masalah membayar uang parkir, namun keselamatan motor kami menjadi jaminan, apa nanti setelah ada motor yang hilang petugas mau bertanggungjawab,” tandas Arman. (369)