Keluarga Berharap Korban Longsor Ditemukan

 boks
Kerugian Miliaran Tak Sebanding Duka Kami

Keluarga ketiga korban longsor dan banjir bandang PT PGE Hulu Lais di Kabupaten Lebong hingga saat ini masih berharap korban bisa segera ditemukan. Seperti yang diharapkan Rodi (50) beserta keluarganya yang berharap anak ketiganya yakni Edyo Tris Rajo Bito (22) bisa segera ditemukan tim evakuasi. Berikut laporannya;

DWI NOPIYANTO, Kabupaten Lebong

KERUGIAN miliaran rupiah yang dialami PT PGE dan warga yang sawahnya tertimbun tentunya tidak sebanding dengan duka yang dialami keluarga Rodi dan dua keluarga lainnya yang anggota keluarganya hingga saat ini masih belum ditemukan. Rumah duka yang masih terdapat tenda membuat suasana duka masih terasa hingga saat ini, meski kejadian longsor dan banjir bandang tersebut terjadi pada 28 April 2016 lalu.

“Hingga saat ini kami masih berharap anak kami bisa ditemukan, saat ini keuarga kami juga masih ikut mencari korban bersama tim evakuasi dari TNI, Polri, Basarnas hingga masyarakat,” kata Redo yang dikenal ramah dan suka berbaur dengan masyarakat ini.

Diceritakan Rodi, tak disangka olehnya jika Rabu 27 April lalu merupakan hari terakhir dirinya melihat anak ketiganya. Sebelum anaknya tertimbun longsor, tanda-tanda yang tak biasa memang diperihatkan oleh anaknya. Bahkan seminggu sebelum kepergiannya dirinya melihat raut wajah dan perilaku anaknya cukup riang dan bahagia.

“Bahkan sore sebelum berangkat kerja, dirinya menyempatkan untuk membayar hutang Rp 10 ribu diwarung depan pintu masuk PT PGE. Padahal dirinya saat itu belum gajian, sempat pemilik warung mengatakan kenapa cepat bayar hutangnya, anak saya jawab saya tidak mau meninggalkan hutang,” cerita Rodi sambil memegang foto anaknya tersebut.

Bito, sapaan akrab anaknya tersebut merupakan anak yang ramah, baik dan taat beribadah. Rasa kehilangan tentunya sangat terasa dikeluarga Redo. Untuk itu dirinya mengharapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Lebong. “Terutama untuk perusahaan PT PGE, kita harapkan kedepan lebih mengutamakan keselamatan pekerja, jangan sampai kejadian seperti ini memakan korban lagi. Apalagi daerah tersebut memang masih rawan,” harapnya. (**)