Kelola Toko Online, Mahasiswi Ini Hasilkan Jutaan Rupiah Per Bulan

Henti Wilyanti (21), Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB)

BENGKULU, BE – Belanja online dewasa ini telah menjadi kegemaran bagi semua kalangan. Dilain sisi, marak munculnya kasus penipuan yang mengakibatkan konsumen kehilangan kepercayaan kepada situs E – Commerce atau penyedia belanja online. Ternyata hal ini membuka ide yang hobi berbelanja online untuk memulai usaha toko belanja online.
Mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat itu telah menekuni usaha toko belanja online sejak 2 tahun yang lalu. Usaha ini dimulai ketika Henti yang gemar berbelanja online di Shopee dan E – Commerce lainnya tinggal di Asrama Siti Walidah UMB yang penghuninya adalah sesama mahasiswa.


“Dengan uang kiriman orang tua, awalnya saya sisihkan untuk saldo berjualan pulsa, karena saya kira peluang pasarnya ada, maka saya putuskan juga untuk jual ulang produk yang saya beli ke teman teman asrama, banyak yang ikut menitip sesuatu kepada saya dan mulailah teman asrama akrab dengan Wilayah Olshop,” Kata Henti pada BE, Jum’at (30/10).

Di dalam usahanya ia menerapkan pembayaran diakhir untuk barang dengan modal kecil, dan mereapkan uang muka 50% untuk pembelian barang yang harus mengeluarkan modal besar. Omzet per bulan yang diperolehnya ialah 2 juta rupiah. Bahkan keuntungannya pernah menyentuh angka 10 juta rupiah dikarenakan orderan yang melimpah ruah. “Alhamdulillah saya pernah mendapatkan keuntungan 10 juta rupiah ketika ada orderan peralatan rumah tangga banyak datang dari warga desa saya di desa garut amen, lebong,” ujarnya.

Dengan keuntungan dan pencapaian yang telah diraih, Henti bisa memenuhi kebutuhannya sendiri serta meringankan beban kedua orang tuanya dalam membayar biaya perkuliahan. Tak jarang ia pun berbagi kebahagiaan kepada kedua orang tuanya dan menambah modal usahanya, “ Walaupun tidak terlalu besar, Alhamdulillah kebutuhan sendiri tercukupi dan saya sudah bisa bantu orang tua bayar setengah dari uang semesteran saya,” jawabnya dengan haru.

Suka dan duka ia rasakan selama menekuni bisnis toko belanja online, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Sukanya ialah ketika banyak orderan datang dan banyak orang yang merasa puas, dukanya ketika paket yang telah dalam proses pengiriman dibatalkan, “ Saya tidak bisa memarahi atau memaki pembeli yang rata rata adalah teman, saya hanya perlu bersabar dan giat agar terjual dikemudian hari,” tambahnya.

Ia memiliki harapan agar sesuatu hari nanti toko belanja onlinenya makin berkembang dan bermanfaat lebih banyak bagi orang banyak. Henti terinspirasi dari salah seorang milyarder Mesir bernama Sholah Athiyah yang menginvestasikan kekayaannya untuk sosial dan ekonomi masyarakat, hingga pada akhir hayatnya dihadiri 700 ribuan pelayat yang hadir mengantarkan jenazahnya ke liang lahat.

“ Insyaallah, Jika diberi kesempatan, saya ingin sekali punya brand produk sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan bukan menunggu lapangan pekerjaan hadir untuk produksinya,” Tegasnya. (Mg2)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*