Kekurangan Tim Auditor


ilustrasi-opd_20160823_172658
Foto : Ist

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Inspektorat Daerah Kabupaten Lebong mengalami kekurangan tenaga auditor. Sehingga terkendala ketika akan melakukan audit beberapa kegiatan yang dilakukan organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga desa yang menggunakan uang negara untuk kegiatan. Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebong, Jauhari Candra SP MM mengatakan, bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki 6 orang tenaga auditor bertugas melakukan audit baik itu audit masalah Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dana Desa (DD) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). “Dengan jumlah 6 auditor, kita saat ini masih sangat kekurangan,” jelasnya, kemarin (06/05).

Ketika melaksanakan audit, seperti melakukan audit penggunaan DD terhadap 93 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Lebong, dilakukan dengan cara sistem sampling atau melakukan audit tidak terhadap seluruh desa, sama halnya melakukan pemeriksaan BOS.



“Kita tidak bia melakukan pemeriksaan secara keseluruhan, akhirnya kita melakukan pemeriksaan terhadap Desa yang dianggap rawan,” ucapnya.

Untuk melakukan audit, setidaknya membutuhkan minimal 20 orang. Sementara Inspektorat saat ini baru memiliki sebanyak 6 orang anggota audit dan kurang setidaknya 14 orang. Untuk itulah, atas masih kurangnya anggota tim audit, pihaknya telah menyampaikan kepada Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumbar Daya Manusia (BKPSD) Kabupaten Lebong. “Kita usulkan untuk penambahan tim auditor,” ucapnya.

Setidaknya permintaan yang disampaikan ke pihak BKPSDM yaitu meminta kembali tenaga auditor yang sebelumnya telah dipindah tugaskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Sementara jika ingin mencetak tenaga auditor yang baru, membutuhkan waktu yang cukup lama. “Mencetak tenaga auditor itu membutuhkan waktu minimal 2 tahun,” ujarnya.

Ditambah lagi biaya pelatihan untuk menjadi seorang auditor cukup besar. Untuk itulah dengan pengusulan pengembalian petugas auditor yang telah dipindah tugaskan dan hal tersebut diharapkan bisa direalisasikan oleh pihak BKPSDM. “Kita hanya meminta mengembalikan anggota auditor sebelumnya dan kita berharap hal tersebut bisa diakomodir,” harap Jauhari.(614)