Kekurangan Tenaga Guru

Pemerataan tenaga guru (mutasi) di Kepahiang ternyata belum mengakomodir kebutuhan guru di masing-masing sekolah. Pasalnya masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga guru. Seperti di SMPN 2 Kelurahan Tangsi Baru Kabawetan Kepahiang. Sekolah ini hanya terdapat 16 guru terinci 11 orang berstatus PNS dan 5 orang honorer.

“Saat ini kami kekurangan tenaga guru untuk mata pelajaran PPKN, Bahasa Indonesia, Olah Raga dan Matematika. Kebutuhan guru 4 mata pelajaran ini kami terpaksa memakai tenaga guru honorer,” ujar Kepala SMPN 2 Kabawetan Darmawan MPd saat pelaksanaan sidak Komisi I DPRD Kepahiang kemarin.

Dikatakannya, dengan jumlah 16 guru itu haru mengajar sebanyak 240 orang siswa. Saat mutasi belum lama ini hanya 1 orang guru yang dipindahkan ke sekolah tersebut.”Kita sudah beberapa kali menyampaikan kepada Dinas Dikpora terkait kekurangan itu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi I Edwar Samsi SIp MM dan Waka Komisi I Drs Ahmad Rizal MM memahami kendala yang dialami SMPN 2. Lembaganya akanĀ  menyampaikannya secara langsung kepada Dinas Dikpora Kepahiang untuk ditindaklanjuti. “Mutasi guru yang dilakukan Dikpora belum lama ini secara tidak langsung kita cerna tujuannya bukan untuk pemerataan. Buktinya saja guru di sini masih mengalami kekurangan pasca mutasi,” ujar Edwar yang juga dibenarkan oleh Rizal.

Sementara itu Kadidikpora Kepahiang Mansori SH MH membenarkan jika SMPN 2 Kabawetan masih kekurangan tenaga guru. Pelaksanaan mutasi guru masih akan dievaluasi untuk membenahi kekurangan yang terjadi.”Kekurangan guru di SMPN 2 Kabawetan tersebut sudah kita terima laporannya dari sekolah yang bersangkutan. Insyaallah dalam pelaksanaan mutasi selanjutnya kekurangan guru di masing-masing sekolah akan kita akamodir,” jelas Mansori.(505)