Kekeringan Sawah Terancam Meluas


MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress – Kekeringan areal persawahan di wilayah Kabupaten Mukomuko, khususnya yang mendapatkan pengairan bersumber dari aliran irigasi Manjunto, terancam meluas. Ini disebabkan debit air bendungan Manjunto, semakin berkurang.

Kepala UPTD Pengairan Irigasi Manjunto Bustari ST MSi, ketika dikonfirmasi BE kemarin (19/9) menyampaikan, telah turun kelapangan mengecek persawahan petani di wilayah Dusun Baru Pelokan Kecamatan XIV Koto. “Sekitar puluhan hektar tanaman padi milik petani tidak mendapatkan air,” akunya.

Menurutnya, UPTD telah berusaha memasok air ke persawahan itu melalui irigasi, tetapi tidak bisa. Ini dikarenakan masyarakat saling berebutan untuk mengalirkan air ke persawahannya masing-masing. Dicontohkan, Bustari, ketika petugasnya mengaliri air ke wilayah persawahan Dusun Baru Pelokan, petani yang ada di atasnya, seperti di Desa Lubuk Sanai, ribut. Begitu pula dengan lokasi lainnya. Bahkan air baru didistribusikan sekitar beberapa menit saja pintu air langsung ditutup dan dialihkan kembali ke wilayah persawahan lainnya.

“Dilemanya memang air yang semakin berkurang. Dalam pemanfaatan air masih banyak masyarakat membuka sendiri pintu air, dan belum sepenuhnya menyerahkan pengaturan air yang merupakan kewenangan dari para petugasnya,” bebernya.

Solusi terbaik secara bersama dan mencegah konflik di lapangan. Besok (hari ini,red), kata Bustari, dilakukan rapat bersama dengan para petani pengguna air dan pihak terkait lainnya.”Inilah solusi nantinya dilakukan secara bergilir dan disepakati bersama. Sehingga persawahan petani dapat teraliri air meskipun tidak maksimal.

Tetapi, dalam pengaturannya diserahkan oleh petugasnya. Jangan masyarakat melakukan sendiri. Sehingga dalam penggunaan air benar-benar dapat terawasi dengan baik dan persawahan petani teraliri air meskipun tidak maksimal. Dikarenakan debit air dari irigasi Manjunto semakin berkurang,” ungkapnya. (900)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*