KEK TERANCAM ‘BUYAR’ Tiga Syarat Tak Tuntas-Tuntas

ilustrasi-IHSG-140526-2-andri
Foto : IST

Tiga Syarat Tak Tuntas-Tuntas

TIGA syarat belum selesai dari 17 syarat pendirian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan Pelabuhan Pulau Baai. Sehingga, rencana besar Provinsi Bengkulu memiliki Kawasan Ekonomi khusus (KEK) bisa saja “buyar” atau gagal.  General Manager (GM) PT Pelindo II Bengkulu, Hambar Wiyadi saat dikonmfirmasi mengatakan,  dari tiga syarat itu, dua syarat belum selesai ranah Pelindo sendiri, satu syarat ranah Pemda Kota dan Pemprov.

Dua syarat yang menjadi ranah Pelindo, yaitu terkait komitmen PT Pelindo pusat untuk membangun infrastruktur KEK dan komitmen 30 persen investasi Pelindo II Bengkulu ke Pelindo pusat. “Sedangkan, satu syarat lagi, menjadi ranah eksternal Pelindo (Ranah Pemkot dan Pemprov) yaitu terkait kemudahaan investor masuk ke KEK,” ujar Hambar.

Belum selesainya tiga syarat ini menyebabkan rencana penetapan KEK di lahan seluas 400 hektar semakin tak jelas. Rencana lauching dilakukan Presiden pada April dan Juli juga tak terlaksana. Pelindo menilai, Pemprov dan Pemkot Bengkulu juga lamban dalam membahas kemudahaan masuknya investor ke Bengkulu.

“Kalau bisa cepat dibahas, itu bisa segera di ajukan ke Dewan KEK di Jakarta. Harusnya itu juga bisa cepat diselesaikan. Malah informasi yang saya dapat, itu baru dibahas di Pemkot,” bebernya.

Hambar menjelaskan, PT Pelindo berkomitmen segera menyelesaikannya perizinan dalam waktu dekat. Namun demikian, tak bisa menargetkan kapan bisa tuntas dan dilaunching oleh presiden. “Kita komitmen bisa cepat selesai. Tapi yang tergantung stakeholder, kalau didukung cepat ya cepat,” tutur Hambar.

Ketika nanti syaratnya telah selesai semua, maka syarat tersebut akan diajukan ke Dewan KEK. Dengan demikian, dewan KEK akan menggelar sidang untuk memutuskan KEK bisa disetujui. Kemudian, dewan KEK akan mengajukan keputusan itu ke presiden. Maka dari pengajukan itu, presiden akan mengeluarkan keputusan presiden (keppres) KEK.  “Kalau keluar keppresnya baru bisa dilauching,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA masih sangat optimis program besar KEK itu bisa direalisasikan. Bahkan dirinya sudah langsung bertemu dengan presiden pada 26 Juli lalu, untuk segera meresmikan KEK di Pelabuhaan Pulau Baai tersebut. “Saya sudah bicara langsung dengan Pak Presiden terkait pembangunan KEK,” terang Rohidin.

Tidak hanya KEK, Rohidin juga meminta presiden untuk mempercepat pengembangan infrastruktur seperti jalan Tol dan kereta api. Hasilnya, presiden menyambut baik rencana tersebut. Bahkan presiden akan mengagendakan datang ke Bengkulu ketika syarat KEK sudah diselesaikan. “Prinsip, presiden setuju dengan apa yang sudah kita programkan,” tambahnya.

Dari paparannya, alasan kuat Bengkulu memiliki KEK itu diyakini akan mendongkrak ekonomi Bengkulu secara keseluruhaan, termasuk ekonomi Pulau Sumatera akan bangkit lewat Bengkulu. Sebab, dari KEK itu Bengkulu bisa lebih banyak mengirim bahan mentah ke luar daerah hingga luar negeri. Mengingat selama ini, Bengkulu sebagai wilayah penghasil komoditas pertambangan dan perkebunan, secara ekonomi belum diuntungkan sepenuhnya. “Kita yakin, KEK ini akan semakin mendongkrak ekonomi Bengkulu dibagian Barat Sumatera,” jelasnya.

Untuk menjadikan KEK, secara umum lahan di kawasan Pelabuhaan Pulau Baai sudah siap. Bahkan infrastruktur penunjang sudah mulai dibangun, seperti PLTU berkekuatan 2×100 mega watt. Belum lagi, Pelindo sendiri juga menanamkan investasi untuk membangun Terminal curah kering, terminal curah basah, pelabuhan khusus ternak dan perluasan terminal peti kemas.



“Untuk lahan saja, kita sudah siap. Artinya tinggal selangkah lagi. Investasi juga sudah ada, ini yang terus kita dorong,” bebernya.

Demi memperkuat infrastruktur penunjang KEK, rencana di Bengkulu akan dibangun rel kereta api dari Pelabuhaan Pulau Baai ke Kota Padang Rejang Lebong. Lalu juga akan dibangun jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau. Kedua program besar itu, diterget akan mulai peletakan batu bertama pada tahun 2019 mendatang. “Kita buka selebar-lebarnya kepada para investor untuk masuk Bengkulu. Dengan demikian, ekonomi Bengkulu akan bangkit,” tandas Rohidin. (151)