KEK Belum Layak Dibangun

Suharto: Pelindo Saja Belum Siap

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Wajar jika pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) belum ada kejelasan kapan akan dilauching. Menurut, Wakil Ketua (Waka) II DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto MBA, KEK industri maupun KEK pariwisata itu masih belum layak untuk dibangun di Bengkulu. Sebab, sampai saat ini PT Pelindo II juga masih belum siap untuk menyelesaikannya.

“Kalau kami dari Dewan itu sangat mendukung. Tapi bagaimana kalau sampai sekarang saja Pelindo itu belum siap. Artinya itu belum layak,” tegas Suharto kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (27/9).

Dikatakanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dan PT Pelindo II Bengkulu boleh memiliki gagasan kuat untuk menciptakan program besar. Namun harus dipelajar secara betul, kesiapan untuk dibangun di Bengkulu. Suharto menegaskan, program boleh saja besar, tapi jangan sampai program yang sudah ada justru malah diabaikan. “Untuk apa program besar, bangun sana bangun sini. Kalau yang program nyata saja dan ada anggarannya saja itu tidak jalan,” bebernya.

Ia mencontohkan, seperti program infrastruktur saja, hingga saat ini masih banyak tidak berjalan. Padahal program itu sudah teranggarkan, baik di APBD murni maupun di APBD perubahaan. Jika program itu tidak berjalan sampai akhir tahun yang tinggal menunggu 3 bulan lagi, maka dipastikan anggaran itu akan menjadi sia-sia.



“Ini sudah mendekati akhir tahun, tapi mana banyak yang belum jalan. Bagaimana mau jalankan program besar, kalau yang ada saja tidak jalan,” tutur Suharto.

Untuk KEK sendiri, Suharto juga meminta PT Pelindo bisa mempercepat dua izin yang belum selesai itu. Sehingga program besar Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah itu bisa direalisasikan. “Tidak ada pilihaan lagi selain menunggu dan jika bisa itu bisa dipercepat,” paparnya.

Suharto berharap, pemprov itu bisa terus berkoordinasi kepada DPRD Provinsi, jika memang ada program yang tidak bisa dipercapat. Karena jika program itu tidak berjalan, maka yang akan menjadi sasaran juga di DPRD Provinsi. Apalagi saat ini sudah banyak demo-demo yang terjadi, atas tuntutan masyarakat. Harusnya, pemprov bisa menanggapi dan menyikapai secara cepat, program yang sudah dinanti oleh masyarakat itu.

“Masyarakat sudah lapar. Jangan terus diberikan janji-janji. Silahkan realisaikan program yang ada. Jangan sampai anggaran yang ada itu justru mubazir. Kami juga percuma, jika kami ingatkan terus tapi tidak pernah digubris,” tandas Suharto. (151)