Kejurnas Angkat Besi Tingkat PPLPD dan SKO, Rekor Nasional Pecah

rio-lifter-muda-bengkulu-akbar-fauzan-kejurnas-angkat-besi-2
Lifter muda Asal Bengkulu dalam kejurnas angkat besi. (Foto RIO/BE)

BENGKULU, BE – Dua orang atlet angkat besi asal Provinsi Lampung, Nurvita Sari dan Puryadi, menorehkan prestasi yang membanggakan dalam Kejuaran Nasional (Kejurnas) Angkat Besi tingkat Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) dan Sekolah Kebakatan Olahraga (SKO) di Gedung Olahraga (GOR) Semarak Provinsi Bengkulu, kemarin, (11/11).

Nurvita Sari memecahkan rekor pada kelas 44 Kg putri dengan angkatan terbaik Snacth 63 Kg dan angkatan terbaik Clean and Jerk 75 Kg dengan total keseluruhan 138 Kg. Ia mengalahkan rekor sebelumnya yang pernah tercatat dengan total 125 Kg di Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO yang digelar tahun 2015 di Provinsi Lampung.

Sementara itu Puryadi memecahkan rekor pada kelas 50 Kg putra dengan total angkatan 106 Kg. Rekor sebelumnya yang pernah tercatat adalah 105 Kg pada Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO yang digelar tahun lalu di Provinsi Lampung.

Keduanya mendapatkan medali emas untuk kelas 44 Kg putri dan kelas 50 Kg putra dalam Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO tahun 2016 di Provinsi Bengkulu.

Vina sapaan akrab Nurvita Sari mengungkapkan kegembiraannya setelah berhasil mendapatkan medali emas dan juga sekaligus membuat rekor baru. “Senang sekali rasanya, tapi pas tanding sempat tegang juga, tapi karena udah terbiasa jadinya bisa diatasin,” ungkap pelajar kelas 2 SMP tersebut.

Vina menceritakan, dirinya sudah mulai ikut latihan olahraga angkat besi sejak kelas 5 SD dan medali emas yang baru saja didapatkan tersebut merupakan medali emas yang ke 13 selama karirnya. Selain rutin mengikuti kejuaran angkat besi tingkat nasional, putri berumur 15 tahun ini juga kerab mengikuti kejuaraan tingkat internasional.

“Pernah ikut kejuaraan di Thailand dapat 3 emas, kemarin juga baru pulang dari Malaysia dapat 3 perak,” ungkap gadis yang bercita-cita menjadi juara dunia tersebut.

Ia mengaku tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti Kejurnas di Bengkulu ini dikarenakan ia baru saja pulang mengikuti kejuaran di Malaysia. Selain itu ia juga mengikuti PON yang digelar di Jawa Barat lalu. “Kemarin di PON cuma urutan nomor 5, belum waktunya kali ya dapat emas,” ungkapnya.

Selain itu, Puryadi atlet yang juga memecahkan rekor dalam Kejurnas Angkat Besi di Bengkulu mengaku sangat senang bisa mendapatkan medali emas. Adi menjelaskanm keberhasilannya tersebut tidak terlepas dari latihan keras yang telah dilakukannya selama 3 tahun.

“Keras latihannya, panas-panasan, pagi sampai sore latihan terus, kalau sekolah siang malamnya latihan, kalau masuk malam siangnya latihan,” ungkap remaja kelas 1 SMP tersebut. Remaja 11 tahun ini mengungkapkan kedepannya ia akan berlatih lebih keras lagi untuk mengikuti kejuaran tingkat internasional.

Atlet Bengkulu Bel

Pada pertandingan pertama yang digelar dalam Kejuaraan Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO yaitu kelas 45 Kg Putra, Provinsi Bengkulu mengutus 2 atletnya untuk kelas tersebut yaitu Notonegoro M Ramadhan dan Fauzan Akbar. Sayangnya kedua atlet tersebut belum berhasil menyumbang medali untuk Provinsi Bengkulu. Notonegoro hanya berhasil mengangkat beban dengan angkatan terbaik 45 Kg dan berada diposisi ke 7. Sementara Fauzan Akbar hanya mampu mengangkat beban 20 Kg saja dan berada di posisi terakhir.

Untuk kelas 45 Kg putra yang mendapatkan medali emas adalah M Ilham Juniar dari SKO Ragunan, medali perak Predi Okta Pranata dari Provinsi Sumatera Utara, dan medali Perunggu di peroleh Diky Ramadhan dari Provinsi Aceh.

Sementara itu untuk kelas 40 Kg Putri atlet Provinsi Bengkulu hanya berada di posisi ke 4. Atlet yang diturunkan adalah Via Anggraini. Ia hanya mampu mengangkat beban dengan total 87 Kg saja.

Salah satu atlet dari Provinsi Bengkulu yang juga gagal merebut medali dalam hari pertama Kejurnas adalah Muhammad Ilham Janawir Enzet mengungkapkan kekecewaannya yang gagal menyumbangkan medali untuk Provinsi Bengkulu dalam Kejurnas kali ini. “Kecewa, mungkin latihan selama ini kurang maksimal,” ungkap Siswa kelas 10 SKO Provinsi Bengkulu ini.

Ia menjelaskan kurang maksimal tersebut juga disebabkan oleh fasilitas latihan yang kurang lengkap dan intensistas latihan yang kurang. “Kalau atlet luar kan latihannya 3 kali sehari, semantaro kami cuma 1 kali sehari, kadang latihan kadang idak, dan alat-alatnyo kito jugo belum lengkap,” keluhnya.

Ia berharap kedepan semoga pola latihan bisa dirubah dan pemerintah juga melengkapi sarana dan perlengkapan untuk menunjang latihan. Iaa baru pertama kalinya bermain untuk kelas 40 Kg dan dalam Kejurnas ini ia terpaksa bermain di kelas 50 Kg. “Biasonyo ilham main di kelas kecik, nah sekarang naik kelas 50,” ungkap peraih medali perak dalam Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO tahun 2015 ini. Ia menambahkan kenaikan kelas tersebut beralasan karena pelatih menginginkannya untuk siap diturunkan dalam Pra PON di Papua mendatang. Sejauh ini Kejurnas di Bengkulu baru mempertandingkan 4 kelas, dan besok (hari ini) akan dilanjutkan kembali.

Sudah Maksimal

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Binaraga Seluruh Indonesia (PABSI) Provinsi Bengkulu, Darmawan Yakoeb mengatakan, menghadapi Kejurnas tersebut para atlet dari PPLPD Provinsi Bengkulu telah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari. “Persaingan Kejurnas ini cukup berat, karena banyak atlet terbaik dari berbagai Provinsi si Indonesia diturunkan dalam Kejurnas ini,” tuturnya.

Dalam Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO ini ada dua jenis angkatan yang diperlombakan yaitu jenis angkatan Snatch dan Clean and Jerk (CJ). “Snach itu adalah jenis angkatan langsung tanpa jeda, sedangkan Clean and Jerk (CJ) itu mengangkat barbel dalam dua tahap, mengangkat beban dari lantai sampai batas dada dengan posisi jongkok. Setelah jeda sebentar untuk mengambil ancang-ancang, atlet kemudian mengangkat barbel sampai kedua tangan lurus di atas kepala, dengan posisi berdiri sempurna beberapa detik, sampai juri membunyikan bel tanda angkatan sah,” ungkap Darmawan Yakoeb.

Tidak Muluk-muluk

Sementara oyi, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provins Bengkulu (Dispora) H Merisasdi MPd mengatakan, dalam Kejurnas Angkat Besi tinggkat PPLPD dan SKO ini di ikuti oleh 15 PPLP dan SKO se Indonesia ini, ada sekitar 103 atlet dan official yang hadir mengikuti Kejurnas tersebut, dan Provinsi Bengkulu kita mengirimkan 9 orang atlet terbaik kita, 5 Putra 4 Putri”.

Merisasi menerangkan, dalam Kejurnas kali ini memang Bengkulu tidak mau terlalu muluk-muluk dalam hal target. “Target kita secara umum kita ingin sukses terlebih dahulu secara pelaksanaan, dalam arti kita melayani para tamu yang sudah datang jauh-jauh, dan kalau bisa juga sukses mendapatkan prestasi medali,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada seluruh pelajar di Kota Bengkulu untuk turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya event bertaraf nasional tersebut dengan ikut menyaksikan rangkain perlombaan yang diselenggarakan mulai tanggal 10 sampai dengan 14 November di Gedung Olahraga (GOR) Semarak Bengkulu.

“Kita imbau kepada masyarakat terutama pelajar supaya berduyun-duyun untuk hadir menyaksikan perlombaan tersebut, karena ini hal yang langka bagi kita, untuk itu kita bersyukur bisa menjadi tuan rumah event bertaraf nasional tersebut,” harapnya.

Ada 8 kelas yang akan dilombakan dalam Kejurnas kali ini, yaitu kelas 45 kg putra, 50 dan 56 kg putra, 62 dan 69 kg putra, 77 dan 77+ kg putra, kelas 40 dan 44 kg putri, 48 dan 53 kg putri, 58 kg putri, 63 dan 63 + kg putri. Ada pun Provinsi yang mengikuti Kejurnas Angkat Besi tingkat PPLPD dan SKO ini adalah, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Aceh, Provinsi Papua, Provinsi Lampung, Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Banten, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Bogor, Provinsi Sumatera Selatan dan Sekolah Kebakatan Olahraga (SKO) Ragunan.(cw1)

Peraih Medali dalam Kejurnas hari pertama

Kelas 45 Kg Putra
Nama Asal Medali
M. Ilham Juniar SKO Ragunan Emas
Predi Okta Pranata Prov Sumut Perak
Diky Ramadhan Prov Aceh Perunggu

Kelas 40 Kg Putri
Nama Asal Medali
Sumarni SK Ragunan Emas
Al Ratna Hamidah Prov Jabar Perak
Aqilah Kholodiya Prov Lampung Perunggu

Kelas 44 Kg Putri
Nama Asal Medali
Nurvinata Sari Prov Lampung Emas
Fitria Dwi Yanti Prov Riua Perak
Maulidia SKO Ragunan Perunggu