Kejar Pembahasan APBD 2020

MEDI/BE – Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu melantik 3 pimpinan DPRD Kota Bengkulu definitif, kemarin.

Pimpinan DPRD Kota Dilantik

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu secara resmi menggelar pelantikan 3 unsur pimpinan definitif yakni Suprianto sebagai Ketua, Marliadi sebagai Wakil Ketua I dan Alamsyah Wakil Ketua II, kemarin (23/9).

Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Kepala Pengadilan Negeri Bengkulu, Riza Fauzi SH sekaligus mengambil sumpah janji, dan dihadiri Wakil Walikota, Dedy Wahyudi dan Staf ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Hj. Oslita, SH, MH.

“Yang jelas setelah definitif ini kita segera bentuk alat kelengkapan dewan (AKD), baru masuk ke pembahasan APBD 2020,” ujar Suprianto usai dilantik.

Menurutnya, setelah resmi definitif ini maka akan banyak PR yang akan dikerjakan oleh seluruh anggota dewan, dan akan diselesaikan secepat mungkin, menginggatkan sisa waktu kurang dari 3 bulan lagi.

Pihaknya juga meminta agar eksekutif segera memasukkan draft APBD 2020, agar cepat diproses. “Setelah AKD baru kita bahas semua termasuk PR kita tentang 11 perda yang belum dituntaskan periode sebelumnya, insya Allah akan kita tuntaskan di tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota, Dedy Wahyudi mengucapkan selamat atas dilantikanya unsur pimpinan DPRD definitif. Dedy juga menginggatkan banyak PR yang harus dituntaskan bersama-sama antara eksekutif dan legislatif, terutama visi misi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Rasio DAU dan PAD kita sangat jauh, jadi kalau terjadi gejolak di pusat bisa-bisa kita tidak bisa apa-apa lagi,” kata Dedy.

Lanjutnya, lembaga DPRD akan lebih produktif apabila ke depan bisa menerbitkan peraturan-peraturan daerah baru yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah. “Kemudian APBD 2020 sudah di depan mata, mari sama-sama kita bahas, dan kita berharap selesai tepat waktu,” terang Dedy.

Meski tak hadir dalam pelantikan tersebut, Walikota Helmi Hasan mengharapkan sinergi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD, bisa menghasilkan APBD 2020 yang betul-betul berpihak kepada rakyat dan selesai dengna waktu yang tepat. “Jika kita menyelesaikan APBD tepat waktu maka ada kebaikan, salah satunya pemerintah pusat akan memberikan dana tambahan sekitar Rp 40 miliar. Tetapi kalau mentok, maka itu akan menimbulkan hal yang tidak baik bagi keuangan kita,” ucap Helmi. (805)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*