Kejanggalan pada Korban Gantung Diri

Kepolisian saat melakukan olah TKP kemarin.

AIR PERIUKAN, bengkuluekspress.com – Pasca Heboh dengan penemuan mayat TG (67) tergantung di pohon Cemara Pantai Cemoro Sewu Desa Kungkai, Kecamatan Air Periukan, menimbulkan sejumlah keanehan dan kejanggalan di mata kepolisian.

“Kita sudah melakukan olah TKP di Pantai Cemoro Sewu dan keterangan saksi juga sudah kita mintai dan kesimpulan sementara adanya sejumlah kejanggalan dan ini masih dalam penyidikan,” tegas Kapolres Seluma AKBP Swittanto Prasetyo SIK melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Syaiful Ahmadi SH, kemarin.

Diceritakan, pertama kali korban ditemukan oleh cucunya Riko (12) pada Kamis (25/03) sekira pukul 06.30 Wib dalam kondisi tergantung. Yang sebelumnya, meninggalkan rumah sekira sebelum jam 04.00 WIB sebelum akhirnya ditemukan meninggal.  Setelah dilakukan pengecekan terhadap fisik korban, pihaknya mendapatkan luka kecil di kepala bagian atas korban sekira ukuran 5 mm. Di alat kelamin korban tidak di dapatkan keluarnya cairan, serta tidak terdapat kotoran yang keluar dari lubang anus.

“Memang terdapat beberapa kejanggalan, namun memang pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, posisi pada saat di temukan lidah tidak menjulur dari mulut dan terdapat bekas jerat tali di leher korban.
Berdasarkan informasi dari keluarga korban, selama hidup Korban sangat baik dengan tetangga dan masyarakat sehingga tidak mungkin memiliki musuh.

Hasil Keterangan sementara korban sudah 2 (dua) bulan mengalami gangguan secara kejiwaan dan apabila sedang kambuh biasanya membuat ulah yang aneh aneh dan paling sering memanjat pohon di malam hari.

“Kita sudah diskusikan ini kepada keluarga, dan mereka telah menyepakati untuk tidak dilakukan visum dan tindakan penyidikan lainnya,” pungkasnya. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*