Kecil Kemungkinan Uang Jemaah Kembali

tersangkaBENGKULU, Bengkulu Ekspress -Proses pemeriksaan terhadap FM selaku Dirut gadungan PT Madina Iman Wisata (MIW) dan CL selaku agen tiket masih terus berlanjut.

Hingga sekarang ini berdasarkan pemeriksaan kedua tersangka, belum mengarah ke pihak lain dan belum ada keterlibatan dari pihak keluarga baik istri maupun orang tua kedua pelaku.

FM dan CL masih berniat dan berupaya untuk bisa memberangkatkan ke 45 orang jemaah tersebut umrah tapi faktanya hingga sekarang ini tidak ada.

“Pemeriksaan masih terus kita lakukan hingga sekarang ini bahkan dalam waktu dekat ini juga kita akan kembali memeriksa Dirut PT MIW yang asli dari Jakarta dan orang-orang terdekat FM dan CL juga nantinya,” terang Kasubdit Kamneg Reskrimum Polda Bengkulu, AKBP Khaerudin, kemarin (8/3).

Ia menjelaskan, memang jika berdasarkan dari hasil pemeriksaan atau BAP sementara ini, aliran dana dari jemaah yang diterima FM belum tahu pasti kemana saja larinya pasalnya. Penyidik masih berkoordinasi dengan tim PPATK.

Sedangkan untuk uang yang kemungkinan masih tersimpan dalam tabungan FM pun belum dilakukan pengecekan ke Banknya. “Dalam waktu dekat ini kita akan mengecek langsung rekening koran di bank yang dimiliki FM dan CL, namun memang berdasarkan keterangan FM uang tersebut sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan, mengenai apakah FM akan mengembalikan uang milik korban atau 45 jemaah, hingga sekarang ini belum bisa dipastikan. Pasalnya uang milik jemaah tersebut sudah tidak tahu dilarikan dan dihabiskan kemana saja.

Sekarang ini tinggal menunggu hasil audit dari PPATK sehingga bisa tahu siapa saja yang turut menikmati uang itu dan dilarikan kemana saja, sehingga jika hal itu sudah jelas baru bisa diterapkan Undang_Undang TPPU nya. “Ya kita lihat saja nanti, yang penting kita akan berusaha semaksimal mungkin, tapi mengenai pengemablian uang jemaah masih terus kita uapayakan,” jelasnya.

Dikatakannya, tersangka CL yang menggelapkan uang tiket pesawat merupakan agen tiket yang menangani keberangkatan dari Malaysia ke Madina, “Berdasarkan hasil pemeriksaan dan BAP, memang benar CL sudah menerima uang sebesar Rp 246 juta untuk pemesanan tiket dari Malaysia ke Madina, namun uang tersebut justru digunakan CL untuk keperluan pribadi sehingga pemesanan tiket memang tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Sementara itu, untuk dua orang saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan yakni Antok dan Mince memang sejauh ini belum ada mengarah keterlibatannya dan tidak ikut menerima aliran uang dari jemaah tersebut, tetapi proses penyelidikan tetapi berlanjut kepada keduanya.

“Ya masih terus kita periksa juga untuk keduanya dan kita juga terus menunggu hasil yang konkrit dari pihak PPATK mengenai kemana saja uang tersebut mengalir,” tutupnya.

Sebagai ingatan saja, kasus ini terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan, dari yang sebelumnya ada satu tersangka sekarang sudah menjadi 3 tersangka yang diamankan dan ditahan yakni berinisial AS selaku perekrut jemaah, FM selaku Dirut gadungan PT MIW dan CL selaku agen tiket dari Malaysia ke Madinah.

Selain mengamankan pelaku, penyidik juga sudah memeriksaan para korban dan pemilik PT MIW yang sah yang berada di Jakarta dan sekarang ini juga barang milik FM berupa 2 unit mobil berjenis Toyota Avanza dan Honda Civic sudah berada di Mapolda Bengkulu.

Ketiga tersangka pun sudah mendekam di rumah tahanan (Rutan) Mapolda Bengkulu guna proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, untuk mengetahui aliran uang tersebut mengalir kemana saja dan diterima siapa saja, sejauh ini penyidik Subdit Kamneg Reskrimum Polda Bengkulu masih melakukan koordinasi dengan pihak PPATK. (529)