Kecelakaan Kerja, 1 Tewas, 1 Kritis

LUBUK SANDI, BE-Peristiwa kecelakaan kerja bagi karyawan perusahaan swasta terjadi di Seluma yang menelan 1 korban jiwa. Romani (25) warga asal Jawa barat, surveyor PT Tetap Jaya Mitra Abadi (TJMA) tewas setelah tenggelam saat memeriksa kolam air bekas galian tambang batu bara PT Bara Indah Lestari (BIL) di kawasan pertambangan di Kecamatan Lubuk Sandi pukul 12.00 WIB, kemarin.

Selain korban tewas, seorang karyawan lainnya bernama Ujang (25) warga Desa Talang Beringin Kecamatan Seluma Utara kritis setelah ikut tenggelam ketika akan mengevakuasi Romani.

Beruntung, nyawa Ujang dapat diselamatkan setelah sejumlah karyawan lainnya ikut membantu melakukan evakuasi.

Informasi terhimpun, kronologis kejadian bermula ketika Romani, Ujang dan seorang karyawan lagi bernama Ari melakukan survei di bekas galian tambang tersebut. Kondisi lobang bekas galian itu berisi air dengan kedalaman antara 3 meter sampai 7 meter.

Sedangkan jurang dari atas sampai ke permukaan air mencapai kedalaman belasan meter. Ketika itu, Romani dan Ujang turun ke dalam bekas galian. Romani menggunakan pelampung dari ban mobil, sedangkan Ujang hanya berenang tanpa alat bantu.

Tiba-tiba ban pelampung Romani terlepas dari badannya. Seketika itu, tubuh Romani tenggelam karena tak bisa berenang. Menyadari kejadian itu, Ujang yang berada di sisi pelampung Romani langsung berupaya menarik Romani ke tepian.

Namun sayang, upaya Ujang tak membuahkan hasil, mala Ujang ikut terseret ke kedalaman air hingga ikut tenggelam.

Sementara itu, Ari yang tadinya berada di atas permukaan tanah meyaksikan Ujang dan Romani tenggelam, Ari langsung turun untuk membantu. Bukannya berhasil membantu, Ari malah juga ikut terseret.

Tapi, untung Ari memilih berenang ke tepi dan berteriak sekuat tenaga meminta bantuan. Sehingga sejumlah karyawan melakukan pertolongan.

Beberapa saat kemudian, korban Romani dan Ujang dibawa ke klinik perusahaan dan diberi P3K. Tapi, beberapa saat kemudian kondisi Romani yang masih bernafas ketika itu menjadi semakin kritis, hingga keduanya dilarikan ke RSUD Tais.

Namun, takdir berkehendal lain, Romani menghembuskan nafas terakhir saat masih dalam perjalanan. Karena jarak TKP dengan RSUD Tais dipastikan lebih dari 30 km, yang lebih dari separuh jalan aksesnya sulit dilintasi kendaraan.

”Kami tadi sedang di dalam kolam. Tiba-tiba Romani tenggelam,” ungkap Ari ketika di RSUD, kemarin.

Kapolres Seluma AKBP PL Gaol SIK melalui PPID P Samosir membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakannya, aksus tersebut masih dalam penyelidikan. Hingga kemarin, pihaknya belum dapat memastikan status korban terkait dengan ikatan kerjanya. ”Kita sudah mendapat laporan peristiwanya,” katanya.

Sementara itu, jasad Romani hingga sore kemarin sudah dipindahkan ke RSMY Bengkulu. Hal tersebut dilakukan karena RSUD Tais belum miliki kamar mayat untuk menyimpan mayat, sebelum jenazah diambil oleh keluarganya.

”Keluarga jenazahnya tidak ada yang di sini, semuanya di Jawa. Karena itu, kita kirim jenazahnya ke RSMY,” kata Plt Direktur RSUD Tais, drs H Ken Purawanto MPH. (444)