Kecamatan Gading Cempaka, Ratu Agung dan Ratu Samban Terima KPS

Warga mengambil kartu KPS untuk pengambilan bantuan BLSMBENGKULU, BE – Kemarin, PT Pos Indonesia membagikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) di tiga kecamatan di Kota Bengkulu; Gading Cempaka, Ratu Samban, dan Ratu Agung. Kartu tersebut berfungsi sebagai sarana mengambil Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 300 ribu dari pemerintah.
Manajer Antaran PT Pos Indonesia Cabang Bengkulu, Agung Andrian mengatakan, setelah pembagian di tiga kecamatan itu selesai, Senin besok pembagian KPS akan dilanjutkan ke Kecamatan Kampung Melayu. Katanya, pihaknya akan membuka pos hingga Kamis nanti untuk pengambilan KPS itu.
“Kita akan buka sampai Kamis. Awalnya KPS ini mau kita bagikan langsung di lapangan (kecamatan, red). Tetapi khawatir ada apa-apa di sana, akhirnya kita bikin pos aja. Semuanya sudah kita informasikan kepada masing-masing kecamatan, jadwal mereka mengambil KPS dan sekaligus dana BLSM. Tetapi KPS yang kita serahkan, sesuai namanya saja dengan membawa syarat KTP dan KK. Sekarang tiga kecamatan yang mengambil. Senin nanti Kampung Melayu. Dari sana ada tiga ribu penerima BLSM,” ujar Agung kepada BE, kemarin.
Sementara itu, Husna (67) salah seorang warga yang telah mengambil BLSM, mengaku kebingungan, karena tidak adanya sosialisasi mengenai bantuan itu. Khususnya mengenai dua orang dari keluarganya yang mendapat KPS, tetapi hanya satu nama yang dapat dicairkan. Dia menilai, seharusnya pemerintah memberikan sosialisasi terlebih dahulu, agar masyarakat tidak kebingungan.
“Untuk pengambilan tidak ada masalah. Tetapi saya bingung, di rumah yang dapat kartu KPS ada dua orang. Saya dan cucu saya. Tapi ketika pas mau ambil, yang dihitung cuma satu. Seharusnya ada sosialisasi, kalau ada dua orang satu rumah gimana. Jadi kita jelas harus bagaimana,” keluhnya.

//Tembak Kuda
Di sisi lain, penyaluran BLSM sejauh ini banyak bermasalah. Sejumlah warga miskin yang masuk kriteria, tidak menerima bantuan, sbaliknya beberapa orang mampu justru masuk daftar penerima Balsem itu. Seperti diungkapkan Ketua RT 17 Flamboyan Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu, , Eryanti carut-marutnya penerimaan BLSM disebabkan pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak tepat.
“Data itu main tembak aja. Main tembak kuda dari meja. Kalau sudah begini, kita yang menjadi ujung tombak pemerintah ini repot,” katanya.
Dicontohkan Eryanti, di RT yang ia pimpin, dari 7 orang menerima BLSM, diketahui hanya 2 orang yang memang waarga setempat. Sisanya bukan warganya, bahkan nama-nama tersebut tidak diketahui tempat tinggalnya. Akibatnya, katanya, sebanyak 5 KPS yang tidak jelas itu tidak bisa didistribusikan kepada warga yang dinilai layak menerimanya. (247/cw6)