Kebutuhan Pokok Naik


Foto : Ist

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Menjelang masuknya bulan Ramadhan 1440 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Hanya saja, kenaikan harga itu belum memberikan dampak serius terhadap konsumen dan pedagang khususnya di Kabupaten Kaur.

“Harga ini akan terus naik kalau besar permintaan, pastik harga naik. Apalagi menjelang bulan puasa ini sudah hal yang biasa harga naik,” kata Farida (35), salah satu pedagang cabai di pasar Inpres kemarin, (1/5).

Dikatakannya, beberapa pasar teradisional Kaur kemarin, harga barang kebutuhan pokok yang beranjak naik, antara lain gula, terigu, minyak goreng, telur, bawang dan barang kebutuhan lainnya. Harga gula pasir dari semula Rp 11.000 menjadi Rp 12.500 perkilogram, terigu dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.000 perkilogram, minyak goreng curah tanpa merek dari Rp 10.500 menjadi Rp 11.500 perkilogram, telur ayam dari Rp 32.000 menjadi Rp 33.000 per karpet isi 30 butir, bawang merah dari 30.000 menjadi Rp 35.000 perkilogram. Kenaikan harga ini terjadi semenjak sepekan terakhir ini.

“Mau gimana lagi. Kita sudah biasa dengan kondisi seperti ini. Setiap menjelang bulan puasa, selalu ada kenaikkan harga. Dilanjutkan, sampai lebaran. Terus begitu kondisi pasar selalu berputar. Kita tidak perlu kaget dengan keadaan,” ujarnya.

Senada dengan Wadi (45), salah satu pedagang sayur di pasar Inpres mengatakan, sudah sepekan ini harga sayuran juga melonjak dan harganya relatif tinggi. Ia juga mengakui jika harga bawang merah kini mencapai Rp 35.000 padahal pekan lalu harganya sekitar Rp 30.000 perkilogram. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok ini, dikarenakan permintaan yang meningkat menjelang bulan puasa. “Untuk pasokannya tidak bertambah. Bagi para pedagang, kenaikan harga ini menjelang berlangsungnya bulan puasa sudah menjadi rutinitas,” tutupnya.(618)