Kebut Program Infrastruktur

Gubernur Bengkulu
DR Drh H Rohidin Mersyah MMA

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Tahun 2020 menjadi pucak kepemimpinan Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah menujukkan hasil kinerjanya selama menjabat. Program wonderfull 2020 terus digemborkan, demi menarik investor dan wisatawan dari ke Provinsi Bengkulu. Berbagai upaya itu dilakukan, tidak lain untuk membuat Provinsi Bengkulu bangkit dari ketertinggal.

Dalam menyambut wonderfull 2020 itu, Gubernur Bengkulu memiliki waktu satu tahun kedepan dalam mewujudkannya. Fokus pertama yang dilakukan, menurut Gubernur ialah menyelesaikan program infrastruktur. Baik itu program infrastuktur fisik maupun non fisik.

Untuk program fisik saja, di Tahun 2019 ini melalui APBD pemprov disiapkan sekitar Rp 700 miliar untuk anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu. Jumlah itu meningkat tajam dibading tahun 2018 lalu, yang hanya Rp 497 miliar.

“Fokus kita tahun 2019 tetap infrastruktur. Karena masih banyak yang perlu diselesaikan,” ujar Rohidin kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (1/1).

Selain program fisik baik itu jalan dan bangunan, Rohidin memastikan pengembangan jalur transportasi darat, laut dan udara juga dilakukan. Seperti peningkatan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu bertaraf Internasional. Mengingat saat ini, bandara terbesar di Bengkulu itu telah dikerjasamakan pemanfaatannya dengan PT Angkasa Pura II.

Lalu untuk jalur laut, pengembangan pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu yang terintegrasi kawasan ekonomi khusus (KEK) juga bakal direalisasikan. Termasuk memperkuat Bengkulu untuk konsisten mengekspor produk-produk unggulan Bengkulu. Baik itu kopi, CPO, karet, batu bara dan produk laut. “Ketika jalur transportasi itu nyaman, maka investor juga bakal betah di Bengkulu,” paparnya.

Dari sisi jalur darat, Bengkulu yang belum memiliki jalan tol dan jalur rel kereta api yang terhubung ke Provinsi Sumatera Selantan (Sumsel) juga ditarget tahun ini mulai peletakaan batu pertama. Program jangka panjang itu tentu membutuhkan waktu untuk meralisasikan. Minimal tahun ini, program itu sudah berjalan secara signifikan. “Bengkulu ini lumbungnya potensi. Baik itu laut dan daratnya. Ini yang kita dorong, agar potensi daerah itu dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Rohidin.

Sementara untuk pengembangan wisata, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tahun 20178 telah berhasil mengalihkan status Danau Dendam Tak Sudah dari cagar alam menjadi tawan wisata alam. Untuk itu, tahun ini wisata Danau Dendam akan dipercantik dengan membangun berbagai fasilitas wisata pendukung. Begitupun dengan pantai panjang, juga akan ditata lebih menarik sebagai icon Bengkulu. Karena terget tahun ini, berbagai event nasional dan internasional juga akan dilakukan sebagai bentuk promosi Bengkulu.



“Penataan wisata akan kita lakukan secara maksimal, demi menyambut event yang sudah kita rancang,” terang Rohidin.

Tidak hanya itu, Rohidin mengatakan, peningkatan kelembagaan juga dilakukan. Baik itu lembaga Korem 041/Gamas maupun Polda Bengkulu menjadi tipe A. Termasuk mendorong peningkatan Perguruan Tinggi IAIN menjadi UIN, pembangunan Rumah Sakit Pendidikan dan pembangunan Fakultas Kedokteran UNIB di lokasi Ex Rumah Sakit di Padang Harapan. Begitupun Universitas Hazairin (UNIHAZ) juga akan didorong untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). “Peningkatan kelambagan ini akan kita dorong terus,” paparnya.

Sementara itu, untuk membuat Bengkulu lebih banyak dikenal, Pemprov Bengkulu tahun depan juga akan memulai membangun gerbang pintu masuk ke Provinsi Bengkulu. Ada lima titik lokasi yang akan dibangun. Gerbang pintu masuk itu berada di perbatasan Rejang Lebong-Lubuk Linggu, Kepahiang-Empat Lawang, Kaur-Lampung, Bengkulu Selatan-Pagar Alam dan Mukomuko-Padang.

“Di pintu gerbang itu nanti ada lambang bunga rafflesia dan kain besurek. Jadi ketika orang masuk Bengkulu, benar-benar merasakan bahwa sudah masuk Bengkulu,” papar Rohidin.

Termasuk infrastruktur strategis juga tetap dilanjutkan pembangunannya. Seperti rehap Taman Budaya. Karena di Taman Budaya itu akan dibangunan, kantor terpadu berbasis website. Empat organisasi perangkat daerah (OPD) akan terkonekfitas sistem informasi. Antar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA). “Target kita tahun 2019 bisa selesai semua,” pungkas Rohidin. (151)