Kebersihan Modal Penting Pariwisata

BENGKULU,BE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Bersih di Kota Bengkulu, Minggu (27/5). Kegiatan tersebut dilakukan di kawasan wisata Pantai Panjang diikuti ribuan orang warga dan pelajar yang bersama-sama membersihkan objek wisata tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah dan Walikota H Ahmad Kanedi, Bupati Benteng Fery Ramli dan Bupati Lebong H Rosjonsyah, serta Forum Koordinasi Pempinan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu mengatakan kebersihan merupakan salah satu modal penting pengembangan pariwisata. “Objek wisata yang bersih akan membuat pengunjung nyaman dan kenangan yang baik dan indah terhadap suatu tempat, itu yang akan membuat wisatawan kembali berkunjung,” katanya.

Ia mengatakan objek wisata yang memiliki potensi jika dikelola dengan baik termasuk kebersihannya akan berdampak pada pengembangan ekonomi kreatif. Misalnya, ratusan pedagang kecil di sepanjang kawasan wisata Pantai Panjang, kata dia, akan menerima dampak positif dari tingginya tingkat pengunjung. “Ada efek ganda, seperti bergairahnya penginapan, hotel atau `homestay` dan pedagang souvenir,” katanya. Menurut dia, selain kebersihan, fasilitas lain yang penting untuk menunjang kawasan wisata yakni fasilitas transportasi, penginapan, hingga masyarakat yang sadar wisata. Potensi kawasan wisata Pantai Panjang yang tampil semi ekowisata menjadi ciri tersendiri. “Yang penting kebersihannya tetap terjaga karena tempat ini sangat sejuk, dengan pepohonan cemara laut yang bisa dijadikan tempat berteduh dari terik matahari,” katanya lagi. Ditegaskannya, kebersihan adalah modal kepariwisataan. Kebersihan menjadi salah satu modal penting menarik wisatawan karena tidak ada wisatawan yang tertarik dengan tempat yang kotor walaupun punya potensi untuk dikunjungi. Selain mampu menarik wisatawan, kebersihan lingkungan juga akan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang bersih dan sehat sebab ada hubungan simbiosis mutualisme. “Seperti kawasan pantai ini yang dipenuhi pohon cemara akan mengundang burung-burung untuk datang ke tempat ini dan kehadiran burung-burung menandakan tempat itu bersih dari polusi,” katanya. Diungkapkan menteri, keberadaan pedagang di Pantai Panjang dapat dilibatkan untuk menjaga kawasan itu tetap bersih. Namun menurutnya pemerintah perlu menyediakan fasilitas seperti bak sampah hingga armada pengangkut sampah. “Mulai dari bak sampah hingga pengelolaan akhir di tempat pembuangan sampah harus memiliki sistem yang sudah berjalan dan kontinyu,” katanya. Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengatakan pengangkutan dan pengolahan sampah akan dilaksanakan bekerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bengkulu dan Universitas Bengkulu. “Kami bekerja sama dengan Lanal dan Universitas Bengkulu dalam pegelolaan sampah organik dan nonorganik,” katanya. Selain itu, ia berharap pedagang di Pantai Panjang dan seluruh pedagang kecil lainnya di daerah itu ikut bertanggung jawab atas kebersihan lokasi berjualan hingga radius 10 meter. Ia mengatakan kebersihan di sekitar Pantai Panjang dan lingkungan lainnya di daerah itu diharapkan berlanjut terus menerus, tidak hanya saat pencanangan. Junaidi Hamsyah mengharapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mempromosikan potensi wisata Bengkulu ke dunia internasional. “Potensi wisata Bengkulu sangat layak bersaing dengan daerah lain, jadi kami harapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lebih mempromosikan wisata Bengkulu,” katanya.

Dalam pemaparannya, Plt Gubernur mengatakan Bengkulu memiliki potensi wisata alam yang layak dijual kepada wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. “Potensi hutan hujan tropis yang mencapai 900 ribu hektare mengandung kekayaan alam hayati yang sangat menantang untuk dieksplorasi,” katanya.Salah satu keajaiban hayati tersebut adalah keberadaan bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldii dan bunga bangkai (Amorphopallus titanium) atau bunga kibut dalam sebutan lokal. Wisata alam bahari sepanjang 525 kilometer di sepanjang pantai barat Sumatra menjadi potensi yang belum tergarap optimal.”Bahkan sampai ke Pulau Tikus dan Pulau Enggano yang dihuni masyarakat adat dengan jarak tempuh yang cukup jauh mencapai 116 mil dari Kota Bengkulu,” katanya.Sarana transportasi menuju pulau terluar itu kata dia sudah dilayani dua kapal laut yakni kapal Pulo Tello dan kapal perintis. “Untuk meningkatkan sarana transportasi, pemerintah juga sudah membangun landasan pacu untuk pesawat jenis fokker,” katanya.Usai mencanangan Gerakan Indonesia Bersih, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu membuka Festival Pesisir Pantai dan Bengkulu Expo. Setelah itu mengunjungi Benteng Marlborough dan Rumah Bung Karno. Junaidi mengatakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan di Bengkulu pekan ini, dalam rangka menyambut Rakernas SIWO PWI di Bengkulu. (100)