Kebanyakan Minum Teh, Rawan Penyakit Langka

tehMICHIGAN, BE – Seorang wanita asal Michigan menderita penyakit langka akibat kelebihan fluorida dalam tulangnya. Menurut peneliti, hal ini terjadi setelah dia minum satu teko teh setiap hari yang terbuat dari setidaknya 100 kantong teh selama 17 tahun.

Dijelaskan, wanita berusia 47 tahun ini mengunjungi dokter setelah mengalami nyeri pada punggung bawah, lengan, kaki dan pinggul selama lima tahun. Hasil X-ray menunjukkan daerah tulang yang sangat padat pada vertebra tulang belakang dan kalsifikasi ligamen di lengannya.

“Penyakit fluorosis tulang disebabkan oleh terlalu banyak fluorida yang dikonsumsi. Mineral ini ditemukan dalam teh serta air putih biasa,” kata salah seoarang peneliti, Dr Sudhaker D. Rao dari Henry Ford Hospital yang mengkhususkan diri dalam endokrinologi dan tulang – metabolisme mineral, kepada livescience (20/3).

Kandungan flaurida dalam darah pasien ini empat kali lebih tinggi dari batas normal. Disebutkan, fluorosis rangka endemik di wilayah dunia dengan tingkat flouride alami tinggi dalam air minum, termasuk beberapa bagian dari India dan China, tetapi jarang terjadi di Eropa dan Amerika Utara.

Kelebihan fluorida biasanya dapat dihilangkan dari tubuh oleh ginjal. Tetapi jika seseorang mengkonsumsi terlalu banyak teh dari waktu ke waktu, fluoride akan membentuk deposito kristal pada tulang. “Sebuah kasus lain beberapa fluorosis tulang yang disebabkan oleh minum teh telah dilaporkan di Amerika Serikat. Dalam kasus ini, pasien biasanya minum satu galon teh sehari,” kata Rao.

Rao dan rekannya pun menginstruksikan pasien mereka untuk menghentikan minum teh. Dengan menghentikan konsumsinya, deposit fluoride secara bertahap akan hilang dan mengalami perbaikan sendiri. (esy/jpnn)