Kebakaran Kinibalu Dipicu Karburator Mobil Banjir

Mobil yang terbakar tampak disisi kanan rumah korban
Mobil yang terbakar tampak disisi kanan rumah korban

Kebakaran yang terjadi di rumah Syafri Kaum di Jalan Kinibalu  RT 1 RW 1 Kelurahan Padang Jati  dipicu oleh banjirnya bensin dari karburator mesin mobil Carry milik korban.  Siang tadi, Syafri Kaum bermaksud memanaskan mesin mobilnya yang berada di dalam garasi.  Saat di start, mesin mobil tidak mau hidup, lalu di start ulang, namun tidak juga bisa hidup.

Saat diperiksa ternyata dari karburator mesin diketahui bahwa minyak ada yang menetes. Saat itu, Syafri Kaum menduga mesin mobilnya ”banjir”.   Sayangnya, kendati mengetahui bahwa karburator mobilnya banjir, korban tetap saja menstart, dan mencoba menghidupkan mobil Carry BD 1197 LF tersebut.  Seketika mesinnya hidup, bersamaan dengan itu, mesin itu pun terbakar.  Api bertambah besar karena menyambar bensin yang banjir tadi.

”Mungkin karena karburator itu banjir, saat dihidupkan langsung terbakar,” ujar Syafri Kaum yang duduk di teras rumah tetangganya.

Syafri Kaum
Syafri Kaum

Melihat kondisi mobilnya yang terbakar, Syafri meminta bantuan warga.  ”Saat Pak Syafri Kaum teriak minta tolong. Kami langsung berdatangan. Sebagian besar yang datang adalah ibu-ibu. Kami mencoba memadamkan api dengan peralatan seadaanya. Ada yang bawa ember, ada yang bawa baskom berisi air cucian, dan lain-lain.  Tapi, semakin disiram, api semakin membesar. Bahkan api saat itu langsung menyambar plafon garasi yang terbuat dari kayu.  Kebakaran pun membesar,” ujar ibu Ketua RT 1, Yanti.

Seperti diberitakan sebelumnya, siang ini, sekitar pukul 10.30 WIB, mobil Carry dan rumah milik pensiunan PLN, Syafri Kaum (60 tahun) ludes terbakar.  Syafri Kaum hanya mampu menyelamatkan istri, anak dan cucunya dari kebakaran. Sementara rumah dan isinya semuanya habis dilalap api.

Petugas PBK memadamkan api
Petugas PBK memadamkan api

Menurut saksi mata, Ibu Ketua RT 01, Yanti menyatakan bahwa peristiwa kebakaran tersebut terjadi karena terbakarnya mobil milik Syafri Kaum.  Saat mobil itu terbakar dan apinya membesar, Syafri Kaum sudah meminta tolong kepada warga. Warga yang sebagian besar para ibu rumah tangga langsung berdatangan dan mencoba memadamkan api yang menyelimuti mobil dengan peralatan seadaanya.

Namun setelah disiram dengan air, api justru membesar dan menyambar plafon atap garasi mobil yang terbuat dari kayu.  Dari sana, kemudian api mulai menyebar ke seluruh bagian rumah.  Kondisi kebakaran semakin membesar, setelah tabung gas milik keluarga tersebut meledak.  Kebakaran langsung membesar dan menghabiskan seluruh bagian atap dan isi rumah.

Usai kejadian, Syafri Kaum dan keluarga terlihat lemas menerima kenyataan rumahnya dalam waktu singkat habis dilalap api.  ”Sejak awal mobil terbakar, kami sudah menghubungi pihak pemadam kebakaran.  Namun mobil PBK lama sekali sampai ditempat kami.  Kalau bisa lebih cepat, tentu harta benda warga kami tidak habis seperti yang dialami Pak Syafri Yatim,” ujar Bu RT, Yanti.(**)