KB Pria di Bengkulu Tengah Masih Rendah

TALANG EMPAT, BE – Kesadaran mengikuti program (Keluarga Berencana) dikalangan pria di Bengkulu Tengah masih sangat minim. Persentase pria yang ber-KB kurang dari 5% saja. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri  dalam pertambahan jumlah penduduk.
“Pria yang ber-KB di Benteng Kurang dari 5% . Hal ini harus kita prioritaskan,” ujar Kepala BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempauan, dan Keluarga Berencana) Benteng, Dra Yulia Faridah.

Yulia menjelaskan minimnya pria ber-KB, karena selama ini dimasyarakat muncul image bahwa KB hanya untuk perempuan saja. Dengan memakai suntik, pil, spiral dan alat kontrasepsi lainnya. Sementara pria tidak butuh KB. Padahal pandangan seperti itu keliru. KB harus dilaksanakan oleh suami dan istri. Sehingga jarak kelahiran dan jumlah anak dapat direncanakan dan diatur dengan baik. Sesuai slogan KB 2 anak cukup, dengan jarak kelahiran minimal 2 tahun.

Menyikapi rendahnya pria ber-KB ini, Yulia menandaskan BPPKB  bakal mengintensifkan sosialsasi KB ke kaum pria. Termasuk menjadikan PNS di Jajaran Pemkab sebagai objek sosialisasinya. Disamping terus mensosialisaikan KB ke masyarakat umum. Dengan menggunakan mobil KB keliling, BPPKB Benteng menelusuri pedesaaan.

Guna memberikan sosialisasi tentang pentingnya KB. Karena saat ini banyak masyarakat belum mengetahui seluk beluk dan manfaat ber-KB. ”Jangankan kaum  pria, wanita yang ada di pedesaan pun masih sangat tabu dan banyak tidak mengatahui perihal KB ini,” pungkasnya. (160)