Kawasan Ekonomi Khusus Tarik Investor

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga 2019-2020 menyedot investasi hingga Rp 1 triliun. Investasi ini bukan hanya Pelindo, karena ketika pelindo berinvestasi maka investor lain juga akan berinvestasi disini dan dalam prosesnya inipun ekonomi sudah mulai bergerak.

“Ini sangat menguntungkan Bengkulu dan mampu menjaring banyak investor lainnya dan ekonomi Bengkulu akan bergerak maju,” kata General Manager (GM) Pelindo II Bengkulu, Drajat Sulistyo kepada Bengkulu Ekspress.

Untuk mewujudkan semua itu, Pelindo mencoba membangun pola pengembangan mengembangkan Pelabuhan baru melakukan perdagangan. Pola pengembangan seperti itu dirasa efektif mengingat pada pembangunan infrastruktur pelabuhan diprediksi akan mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan bahkan dalam 100 Ha kawasan industri di KEK akan mampu menampung 10 ribu tenaga kerja.

“Pembangunan awalnya saja sudah mampu menyerap tenaga kerja, belum lagi jika pembangunannya terwujud maka akan bisa memberikan pertumbuhan positif ekonomi Bengkulu,” lanjut Drajat.

Tak hanya itu, saat ini juga tengah dibangun PLTU dekat dengan Pelabuhan yang nantinya mampu mensuplai kebutuhan listrik di seluruh kegiatan di kawasan Pelabuhan sehingga mampu menarik banyak investor untuk berinvestasi di kawasan pelabuhan Bengkulu. Masuknya investor ini mampu mengembangkan potensi pelabuhan dan akan menyumbangkan 0,7 persen Pertumbuhan Ekonomi daerah.

Terakhir pihaknya berharap rencana ini dapat segera terealisasi bahkan program ini juga telah disetujui oleh direksi dan stagingnya sampai tahun 2021 dimana semua sudah ada FPSnya, DEDnya dan sudah clear sehingga hanya tinggal butuh regulasi dan laison Permitnya agar dapat segera dilaksanakan. “Kami hanya mengaharapkan dukungan dari semua pihak agar rencana ini nantinya berjalan dengan lancar dan mampu memberikan banyak dampak positif bagi Bengkulu,” tutup Drajat. (999)