Kaur Dapat 8 Mobil Pick Up

IRUL/Bengkulu Ekspress TERIMA: Kadis Hub Kaur saat menerima langsung 8 unit mobil pick up dari Kemendes PDTT melalui pihak dealer, Selasa (9/4).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi atau DAK tambahan yang dialokasikan untuk daerah masuk dalam kategori perbatasan, kepulauan tertinggal untuk Kaur tahun ini sudah mulai dikucurkan. Alokasi dana untuk sektor perhubungan itu dapat dibelikan untuk 8 unit mobil Pick up Suzuki Carry 1,5 sebanyak 8 unit. Nantinya akan diserahkan ke desa-desa pilihan yang ada di Kabupaten Kaur ini.

“Total dana yang dikucurkan Rp 1.4 miliar, dan kini mobilnya sudah kita terima dari pihak main dealer,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaur, Anwar Sanusi S Pd kemarin (9/10).

Dikatakan Anwar, mobil bersumber dari DAK itu akan salurkan ke desa trans yang memang aktif menjalankan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan kelompok usaha. Dimana delapan unit mobil itu nanti akan di hibahkan ke beberapa desa Transmigrasi diwilayah Kecamatan Muara Sahung, Maje dan Kecamatan Nasal. Dimana nanti setiap Bumdes dan kelompok usaha akan mendapat 1 unit yang penggunaannya untuk memperlancar kerja dan usaha di Bumdes.



“Setiap Bumdes yang akan menerima hibah mobil ini, akan kembali di survei untuk memastikan kelayakan calon penerima selain harus ada BUMDesnya juga calon penerima harus aktif,” terangnya.

Lanjutnya, bantuan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Kemendes PDTT tahun 2019 sebesar Rp 1,4 miliar. Sesuai petunjuk dan teknisnya, kendaraan ini dipergunakan untuk kepentingan masyarakat desa khususnya desa yang telah memiliki Bumdes. Juga kedepan diharapkan mobil ini dapat dirawat secara baik untuk kepentingan Bumdes. “Untuk jadwal pembagiannya kita tunggu verifiasi dan juga calon penerima yang benar benar bekerja sesuai dengan petunjuk teknisnya,” terangnya.

Anwar menambahkan, nanti delapan unit mobil berjenis pick up ini diberikan guna menunjang akomodasi dan transportasi Bumdes di beberapa desa. Diharapkan bantuan ini bisa mempermudah transportasi desa, apalagi yang berada jauh di pedalaman. Juga masyarakat bisa memanfaatkan kendaraan ini sesuai keperluannya dengan harapan bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat. “Peruntukannya tentu sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing kelompok itu sendiri bisa untuk angkutan barang dan lainnya,” tandasnya.(618)