Kasus TBC Masih Tinggi

seluma
Foto; ilustrasi/net

TAIS, Bengkulu Ekspress – Sampai tahun 2018 ini kasus penderita penyakit Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Seluma masih tinggi. Pasalnya, tahun 2018 ini sampai terhitung pertengahan April kemarin sudah tercatat sebanyak 30 orang penderita yang meminta pengobatan. Kemudian tahun 2017 kemarin tercatat lebih dari 130 penderita.

Serta di tahun 2016 sebanyak 121 penderita. Sehingga TBC masih menjadi perhatian khusus bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma. “Sampai saat ini jumlah penderita masih tinggi di Kabupaten Seluma, sehingga penyakit TBC termasuk penyakit yang harus diwaspadai,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Chaidir Muchtar, S.Sos didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Ahmad Tavip, SIP kepada wartawan.

Disampaikan, Dinas Kesehatan sudah meminta seluruh puskesmas untuk melakukan pendataan. Kemudian menyampaikan laporan secara rutin ke Dinas Kesehatan untuk mengetahui jumlah penderita ini. Serta jika tidak dilakukan pengobatan, TBC bisa menyebabkan kematian. Karena merusak pernafasan dan paru-paru.

Bahkan di tahun 2018 ini penderita TBC justru mayoritas anak. Karena TBC salah satu penyakit menular, Ahmad Tavip mengatakan jika anak sudah terserang TBC, maka dipastikan orang tuanya sudah sudah terjangkit TBC.

Sehingga Dinas Kesehatan akan melakukan vaksin BCG kepada anak-anak di Kabupaten Seluma. Sehingga ketika mereka nanti terjangkit TBC, maka tidak akan terjangkit TBC parah atau berat.

“Kalaupun mereka masih terjangkit TBC, asalkan sudah divaksin, TBC yang diderita tidak masuk kategori TBC berat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Tavip mengatakan TBC sendiri jika tidak diobati secara serius, maka bisa mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Selain program penanggulangan TBC bagi masyarakat Seluma. Dinas Kesehatan juga akan melaksanakan program pencegahan cacingan pada usia kehidupan 0 sampai 1000 hari. Selama bayi masih dalam kandungan akan dipantau. Selanjutnya setelah usia 6 bulan, mereka akan diberikan obat cacing. Untuk membantu proses pertumbuhan anak-anak. Sehingga tidak terhambat karena adanya cacing yang megganggu sistem pencernaan mereka.(333)