Kasus Stunting di Rejang Lebong Turun

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM MKM.

 

CURUP,bengkuluekspress.com– Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong mengungkapkan kasus stunting di Kabupaten Rejang Lebong terus mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2020 kemarin angka stunting di Kabupaten Rejang Lebong sudah dibawah 3 persen lagi.
“Data terakhir kita di tahun 2020 untuk stanting baduta dan batita di Rejang Lebong saat ini sudah dibawah 3 persen,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM MKM.

Menurut Syamsir, sebelum tahun 2020 angka stanting di Kabupaten Rejang Lebong sendiri pernah mencapai 5 bahkan 7 persen. Data tersebut menurutnya mereka peroleh dari pendataan yang dilakukan melalui 21 Puskesmas yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.
“angka dibawah 3 persen ini, yaitu masih ada sekitar 20 sampai 23 orang lagi, yang saat ini sudah dalam pengawasan petugas dan kader kesehatan kita,” tambah Syamsir

Dengan melihat persentase kasus stunting di Rejang Lebong tersebut, maka menurutnya saat ini kasus stunting di Rejang Lebong sudah dibawah rata-rata nasional. Karena menurut Syamsir dari informasi yang ia terima kasus stunting secara nasional masih diatas 20 persen.
Lebih lanjut Syamsir mengungkapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong terus melakukan upaya penanganan kasus stunting di Kabupaten Rejang Lebong, yaitu dengan meminta para petugas kesehatan di 21 Puskesmas di Kabupaten Rejang Lebong untuk terus melakukan pendataan anak-anak di Kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan deteksi dini stunting.
“Kita terus melakukan deteksi dini, karena semakin cepat kasus ini diketahui maka penanganannya akan lebih mudah dan cepat,” papar Syamsir.

Menurut Syamsir, kasus stunting ini harus cepat diketahui, karena bila anak tersebut masih dibawah usia 5 tahun maka penanganannya akan lebih maksimal dan harapan sembuhnya masih besar. Namun bila anak tersebut sudah diatas lima tahun maka penanganannya akan semakin sulit.
“Selain itu kami juga mengharapkan peran serta orang tua untuk memantau perkembangan anaknya sendiri, bila memang pertumbuhannya dibawah rata-rata maka kami harap segera menghubungi petugas kita agar mendapat penanganan guna pencegahan stunting ini,” pesan Syamsir.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*