Kasus Kusta dan Eradikasi Frambusia Nol, Walikota Terima Penghargaan dari Kemenkes

FOTO IST/ Pemkot Bengkulu saat menerima penghargaan dari Kemenkes RI, di ruang siwabessy lantai II gedung Prof Sujudi Kemenkes RI, Rabu (7/4).
FOTO IST/ Pemkot Bengkulu saat menerima penghargaan dari Kemenkes RI, di ruang siwabessy lantai II gedung Prof Sujudi Kemenkes RI, Rabu (7/4).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan tersebut diraih berdasarkan capaian Pemkot Bengkulu dalam menekan angka penyakit kusta dan eradikasi Frambusia selama 3 tahun terakhir. Penghargaan ini diterima langsung Walikota Bengkulu Helmi Hasan didampingi Kadis Kesehatan Susilawaty dari Plt Direktur Jenderal P2P Maxi Rein Rondonuwu di ruang siwabessy lantai II gedung Prof Sujudi Kemenkes RI, Rabu (7/04).

Susilawaty mengatakan penghargaan tersebut didapat karena Pemkot Bengkulu selama ini memang sangat komitmen untuk selalu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia menjelaskan, kasus frambusia sejak 3 tahun terakhir tidak ditemukan di Kota Bengkulu. Ini juga berkat adanya dukungan dana dari APBD untuk program kusta dan frambusia sehingga pihaknya (dinkes) bisa melakukan survey kusta dan frambusia di masyarakat.

“Kita sudah melakukan survey di 5 sekolah dasar di pinggiran kota. Dari sampling darah jari murid tidak ditemukan penyakit frambusia,” ujarnya.

Dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah tahun 2020-2024, Pemerintah telah menetapkan Eliminasi Kusta sebagai Indikator Kinerja Program (IKP) dan eradikasi frambusia sebagai Indikator Kinerja Output (IKO). Dalam rentang 5 (lima) tahun tersebut, telah ditetapkan target capaian provinsi, kabupaten, kota yang mencapai Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia.

Pada tahun 2020, terdapat 1 provinsi yang mencapai Eliminasi Kusta dan tahun 2021 terdapat 8 kabupaten/kota yang mencapai Eradikasi Frambusia termasuk salah satunya Kota Bengkulu. (Imn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*