Kasus Dugaan Korupsi Jembatan

JEMBATAN : jembatan Air Tik Teleu Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas yang saat ini ditangani Polres Lebong atas dugaan korupsi pengurangan volume dan spek tidak sesuai
JEMBATAN : jembatan Air Tik Teleu Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas yang saat ini ditangani Polres Lebong atas dugaan korupsi pengurangan volume dan spek tidak sesuai

Penyidik Minta BPKP Hitung Kerugian

LEBONG, BENGKULU EKSPRESS – Setelah meningkatkan setatus dugaan korupsi pembangunan jembatan Air Tik Teleu Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas dari Penyelidikan menjadi Penyidikan, Satreskrim Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Lebong, sampaikan permohonan untuk dilakukan audit kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negera.

Kapolres Lebong AKBP Andree Ghama Putra SH SIk melalui Kanit Tipikor AIPTU Tri Cahyoko SH, membenarkan bahwa beberapa hari yang lalu pihaknya telah meminta kepada pihak BPKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap bangunan jembatan mengenai kekurangan volume jembatan dan ketidak sesuaian dengan spek.

“Itu yang kita minta kepada BPKP untuk diperiksa,” jelasnya, kemarin (22/3)

Akan tetapi untuk hasilnya pemeriksaan BPKP, memang belum bisa diketahui secara pasti kapan akan diterima. Akan tetapi jika tidak ada halangan, hasilnya dapat diketahui pada bulan April 2018 mendatang. Sehingga dari hasil audit nanti, maka pihaknya bisa secepatnya menetapkan siapa tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini.

“Hasilnya sudah kita terima, kita langsung melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” ucapnya

Ditambahkan Tri, dalam kasus dugaan korupsi jembatan Ait Tik Teleu ini, penyidik Tipidkor Polres Lebong telah memriksa lebih kurang 20 orang saksi. Diantaranya pata pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu, maupun pihak ketiga yaitu kontraktor yang mengerjakan pembangunan jembatan (CV Benny Putra).

“Semua sudah kita mintai keteragan, sehingga kita tinggal menunggu hasil audit BPKP,” sampainya.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan Air Tik Teleu di Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas, merupakan proyek dari Dinas PU Provinsi Bengkulu tanhun anggaran 2015 yang lalu. Dimana dalam pengerjaan menelan biaya sebesar Rp 2,3 miliar, dimana kontraktor yang melakukan pembangunan yaitu CV Benny Putra.

Akan tetapi penyidik Polres Lebong mencium adanya dugaan kasus korupsi sehingga dialkukanlah pendalaman.(614)