Kasi PBK Disambar Api

Kasi Pemadam PBK, Landani terlukaBENTENG, BE – Dihari terakhir pendidikan dan latihan (Diklat) para petugas PBK (Pemadam Bahaya Kebakaran) kemarin, terjadi insiden. Diklat itu membawa petaka bagi Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kantor PBK Benteng, Landani. Tangan sebalah kanan dan muka pejabat PBK ini disambar oleh api  dari kayu dan ban yang sengaja diibakar untuk kegiatan simulasi kebakaran dalam pelatihan itu.  Yakni dalam simulasi evakuasi kebakaran, yang diibaratkan sebagai rumah warga yang tengah terbakar.Akibatnya, bagian muka dan tangan sebelah kanan korban mengalami luka bakar.

Peristiwa itu, terjadi sekitar pukul  15.30 WIB, kemarin dikawasan terminal Nakau tempat simulasi Diklat PBK tersebut berlangsung. “Alangkah perihnya luko ini,” ucap korban sembari merinti kesakitan ketika mendapatkan tindakan dari petugas medis di TKP, kemarin.

Korban juga sempat mendapatkan perawatan medis dari petugas medis yang memang bersiaga dilokasi simulasi tersebut. Namun karena lukanya cukup parah, korban harus dilarikan ke RSUD Benteng. Korban harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Data terhimpun, kronologis kejadian berawal saat seabnyak 50 petugas PBK menjalani diklat hari terakhir.  Mereka akan demontrasi simulasi tindakan penyelamatan rumah warga. Diibaratkan ada rumah warga yang terbakar, hingga apinya harus dipadamkan.  Untuk kegiatan itu, korban langsung mengumpulkan ban bekas dan kayu untuk menghidupkan api besar. Namun, untuk mempercepat kobaran api, petugas PBKmengoploskan solar dan bensin ke tumpukan kayu dan ban bekas saat dinyalakan.

Namun saat menyalakan api itu, korban menyalakan korek api dalam jarak dekat menggunakan tangan. Begitu, korek api dinyalakan, seketika api langsung membesar dan langsung menyambar tangan dan muka korban. Atas kejadian tak terduga itu korban langsung menyeka muka dan tangannya. Karuan saja korban kesakitan dan menjerit keras karena luka bakar yang ia alami itu cukup parah. Peserta diklat sesama teman korban di PBK langsung berhamburan menolong begitu  mendengar jeritan korban itu. Korban pun berhasil diselamatkan dan ia pun tubuhnya tifak ikut dilalap api yang telah membesar itu.

Selanjutnya,  korban dibawa ke petugas medis yang memang sudah siaga dilapangan tersebut untuk mendapatkan pengobatan. ” Seharusnya, Saya tadi mengunakan kayu untuk menghidupkan tumpukan ban dan kayu itu, Namun, saya lupa sehingga mengunakan korek dari jarak dekat,” celetuk korban. (111)