Karya Jurnalistik Harus Gunakan Kaidah Bahasa Indonesia

Foto Hendrik/ BE – Puluhan insan media baik cetak maupun elektronik di Kota Bengkulu meningkatkan mutu karya jurnalistik dengan mengikuti bimbingan teknis Penggunaan bahasa Indonesia, Kamis (16/7).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Puluhan insan media baik cetak maupun elektronik di Kota Bengkulu meningkatkan mutu karya jurnalistik dengan mengikuti bimbingan teknis Penggunaan bahasa Indonesia, di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Kamis (16/7).

Kepala Kantor Bahasa Bengkulu Badan Pengembangan Bahasa dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Karyono SPd, MHum mengajak insan media massa untuk menggunakan kaidah bahasa Indonesia dalam setiap karya jurnalistiknya.

“Insan media itu merupakan corong bagi  bahasa Indonesia. Dengan Bimtek ini, insan media diharapkan dapat lebih meningkatkan mutu penggunaan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD yang ada di KBBI,” kata Karyono.

Dikatakan Karyono, kegiatan ini bisa memberdayakan bagi wartawan atau pengelolah media di Bengkulu agar bermartabat dalam penggunaan bahasa Indonesia. Karena, insan media massa merupakan corong martabat bahasa Indonesia di negara ini.

“Kepedulian insan media sangat dibutuhkan untuk menunjang dan memelihara bahasa Indonesia. Wartawan itu merupakan pegiat literasi, bisa berkomitnen walupun di daerah kecil sekalinya,” tutur Karyono.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesi Zacky Antony mengatakan, karya pers dari insan media harus tetap menjadi rujukan bagi masyarakat. Jangan sampai media mainstream tergerus dengan media sosial karena perkembangan teknologi saat ini.

“Karena, saat ini siapa saja bisa menyebarkan luaskan informasi. Maka insan pers harus memperkuat karya jurnalistiknya, namun tetap patuh kode etik,”tegas Zacky.

Dijelaskan Zacky, karya pers yang bermutu harus menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika karya pers sudah diaukui maka akan mendapat tras kepercayaan dimasyarakat.

Terlebih, sambung Zacky, pelaku pers harus menyampaikan informasi dengan data fakta dan akurat. Jangan sampai, pelaku pers menyampaikan informasi yang tidak akurat dan tidak bisa dipertanggung jawabkan yang saat ini menjadi musuh karya pers.

“Kita minta wartawan terus belajar dan mutu kualitas karya pers. Karena karya pers sangat berdampak pada publik,” tutupnya. (HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*