Karpet Merah Calon Investor, Plt Gub Siapkan Kawasan Investasi

FOTO: Rohidin Mersyah
FOTO: Rohidin Mersyah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pertumbuhaan ekonomi Bengkulu, melalui peningkatan investasi menjadi modal besar untuk menyetarakan Bengkulu dengan provinsi lain di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA memiliki strategi khusus untuk menyiapkan kawasan pertumbuhaan investasinya.

Salah satunya melalui, pengembangan kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Kawasan pelabuhaan Pulau Baai dengan luas 1.200 hektar itu menjadi center kawasan pelabuhan dan kawasan industri. “Ya memang ada peningkatan cukup tinggi untuk investasi. Ini akan kita dorong terus dengan pengembangan kawasan pelabuhaan,” terang Rohidin, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (2/10).

Dijelaskannya, keberadaan Pelabuhaan Pulau Baai menjadi modal strategis untuk masuknya investasi ke Bengkulu. Sebab, selain didukung dengan luasnya lahan pelabuhaan, lokasinya juga dengan pusat kota di Bengkulu. Terlebih, kawasan pelabuhan itu ditarget akan terkoneksi dengan wilayah Sumatera bagian Selatan. “Keberadaan pelabuhan juga tepat dimulut Semudera Hindia, sehingga pengembanganya lebih terbuka dan akan terhubung dengan jaringan tol laut,” tambahnya.

Selain sarana lokasi telah mendukung, Rohidin juga menegaskan potensi investasi juga berlimpah di Provinsi Bengkulu. Baik itu potensi pekerbunan, pertanian, holtikuluram, perikanan tangkap dan tawar, bidang energi terutama geothermal, pariwisata, perhotelan dan banyak lagi yang lainnya.

Dari sisi pemerintahan, juga akan memberikan kepastian kenyamanan investasi hadir di Bengkulu, melalui upaya mempermudah izin investasi. “Kita komitmen, dari sisi perizinan akan lebih mudah, cepat dan transparan,” tegas Rohidin.

Dengan hal tersebut, Provinsi Bengkulu akan menyambuat baik para investor untuk hadir di Bengkulu. Karena tahun depan, terget tumbuhnya investor akan melebihi dari tahun ini sebesar Rp 2,6 triliun. “Kita sambut dengan karpet merah kepada calon investor untuk datang ke Bengkulu,” pungkasnya. (151)