Karet Anjlok, Petani Beralih ke Sawit

BUNGA MAS, BE – Sejumlah petani karet di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), memutuskan untuk bertani sawit, setelah 2  tahun terakhir harga karet anjlok.
Seperti Sukman, salah satu petani karet di Kecamatan Bunga Mas, mengaku, dari 5 hakter kebun karetnya, sudah 3 hektar pohonnya ditebang. Rencananya lahan itu akan ditanaminya, 1000 batang bibit sawit. “Untuk apa bertahan berkebun karet, kalau harganya terus anjlok,” kata Sukman, kemarin.
Menurutnya, ia beralih ke kebun sawit karena harga buah sawit tetap normal, kalaupun turun, tidak berselang lama naik lagi. “Sedangkan karet, sudah dua tahun ini paling tinggi harganya hanya Rp 7 ribu/kg, bahkan ada yang hanya Rp 5 ribu/kg,” ujarnya. “Saya ingin mencoba berkebun sawit, siapa tahu nasib bisa berubah, “ tutur Sukman.
Hal senada juga disampaikan Yohan, petani karet dari Desa Lubuk Ladung, Kedurang. Ia sebelumnya memiliki kebun karet seluas 6 hektar dengan umur rata-rata di atas 10 tahun. Tetapi, karena getah karet harganya selalu anjlok, ia dan petani lain pun kompak menggantinya dengan tanaman sawit. “Bukan saya saja, di desa kami, hampir semua petani karet menebang tanaman karetnya untuk diganti dengan tanaman sawit, kami sudah kecewa dengan karet yang harganya  tidak pernah naik dari Rp 6 ribu/kg, bahkan kini sudah Rp 5 ribu/kg,” terang Yohan.(369)