Kapus Diusulkan Terima Tambahan Penghasilan Pegawai

MINTA - 20 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Benteng meminta agar Dinas Kesehatan kabupaten Benteng memperjuangkan pemberian TPP atau tunjangan yang selama ini belum pernah diterima
Bakti/Bengkulu Ekspress
MINTA : 20 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu meminta agar Dinas Kesehatan kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu memperjuangkan pemberian TPP atau tunjangan yang selama ini belum pernah diterima.

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu saat ini tengah memperjuangkan aspirasi para Kepala Pusat Kesehatan (Puskesmas) agar bisa mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Pasalnya, saat ini para Kepala Puskesmas di lingkungan Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu dikategorikan sebagai kelompok aparatur sipil negara (ASN) yang tak berhak menerima TPP.

“Saat ini, para Kepala Puskesmas di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu tak mendapatkan TPP. Karena saya baru menjabat selaku Kepala Dinkes Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, saya juga kaget kenapa ini bisa terjadi,” kata Kepala Dinkes Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, H Elyandes Kori SE MSi, kemarin (29/5).

Mencari tahu apa yang terjadi, mantan Sekretaris pada Sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu ini mengaku telah berkoordinasi dengan Asisten I Setda Pemkab Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Dari hasil pertemuan, diketahui bahwa Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pemberian TPP.

Dimana, dalam aturan itu disebutkan bahwa seluruh fungsional tertentu, baik itu ASN yang berada di lingkup Dinkes atau Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. “Sementara itu, dari hasil koordinasi saya ke Pemerintah Provinsi (Pemprov), khusus fungsional tertentu bidang kesehatan ternyata bisa mendapatkan TPP. Inilah yang saat ini sedang kita usulkan ke Pemda Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu,” bebernya.

Masih kata Elyandes, selain tak mendapatkan TPP, para Kepala Puskesmas di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu sama sekali tidak mendapatkan tunjangan. Kondisi seperti ini tentu saja merupakan salah satu bentuk diskiminasi terhadap jabatan ASN yang dapat berimbas pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka selaku pelayan masyarakat.

“Selama ini, mereka tak mendapatkan apa-apa. Karena itulah, saya juga selalu menerima keluhan-keluhan dari para Kepala Puskesmas. Jika tak diakomodir, kami hanya khawatir ini akan berdampak pada kinerja kepala Puskesmas dan Direktur RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Dengan adanya TPP ataupun tunjangan, semangat kerja mereka diharapkan bisa lebih meningkat,” pungkas Elyandes.(135)