Kapolres Gadungan Menipu Rp 6 Juta

DATANG: Anak korban Ficky Armanda didampingi Sekdes setempat saat mendatangi Polres melaporkan penipuan yang dialaminya tersebut, dan langsung bertemu dengan Kasat Reskrim, Selasa (13/8).

 

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Nasib sial dialami keluarga Tumirin (41) warga Desa Kedataran Kecamatan Maje. Sebab yang bersangkutan telah meringkuk dibalik jeruji besi bersama rekannya berinsial Ah (37) warga satu desa, anaknya malah ditipu oleh oknum yang mengatas namakan Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat SIk. Akibat penipuan itu anaknya Ficky Armanda (20) terpaksa merelakan uang miliknya sebesar Rp 6 juta raib dikuras Kapolres gadungan. “Kejadian itu Jumat (9/8) yang lalu, saat itu saya mendapat telepon dan mengaku Kapolres dan meminta uang untuk penyelesaian kasus bapak saya,” kata Ficky saat ditemui BE di Mapolres Kaur, kemarin (13/8).

Dilkatakan Ficky, ia tak menyangka tertipu oleh oknum yang berlogat polisi dan sepertinya mengetahui seluk beluk kasus yang menimpa ayahnya itu. Menurutnya saat hari sial itu tiba-tiba Hp milik ayahnya yang dipegang olehnya itu berdering, dan mengaku yang menghubunginya itu pejabat kepolisian berpangkat AKBP.

“Waktu ia ngaku Kapolres Kaur pak Arief dan setelah ngobrol dia mengaku bisa mengeluarkan bapak namun minta transper uang. Awalnya minta tiga juta ke rekening Bank Mandiri atas nama Trasiska yang katanya bendaharanya sehingga saya lansung transper,” terangnya.

Diceritakannya, selang berapa jam kemudian Hpnya kembali berdering, Kapolres gadungan ini kembali meminta uang dan mengaku sedang berada diluar daerah dan meminta pinjaman uang dengan Ficky sebesar Rp 2 juta katanya untuk kebutuhan anaknya sedang sekolah dan nanti pas dirinay pulang dari dinas luar akan dikembalikan.

  “Saya pikir ini untuk pak kapolres sehingga saya percaya dan saya akirnya transper, namun belum satu jam kembali meminta uang untuk keperluan lain katanya sangat mendesak nanti pengembaliannya sekalain dengan yang dipinjamnya sebelumnya,” ujarnya.

Lanjutnya, lantaran tak ada lagi uang akhirnya Ficky hanya mampu memenuhi sebanyak Rp 1 juta. dua kiriman ini kenemor rekening yang berbeda dari sebelumnya yakni kepada rekening yang kantanya milik dirinya atas nama Dedi Irawan Bank Mantap. Namun rupanya pelaku benar benar ingin menguras uangnya dan kembali meminta namun kali ini Ficky memang benar benar nggak ada uang lagi sehingga hanya mengirim uang sebesar Rp 6 juta saja. “Besoknya saya langsung cek ternyata saya ditipu, dan saya langsung ke Polres melaporkan kejadian ini pelaku penipu ini ditangkapnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat SIK, melalui Kasta Reskrim Iptu Ahmad Khairuman, SE, membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga yang merasa ditipu. Dimana tindka lanjut dari laporan itu pihaknya sudah melakukan pengcekan nomro handpone dan juga nomor rekening pelaku. Hasil pengecekan itu diketahui pelaku berda di Sulawesi. pihaknya juga sudah berkoordinasi untuk melakukan pengecekan koordinat pelaku dengan polres setempat.  “Disini kami tegaskan ini penipuan dan orang lain yang mencatut nama kapolres, ini juga pelajaran untuk warga lainnya jangan sampai nanti ada yang tertipu kembali, dan juga minta warga agar lebih waspada lagi dengan aksi pelaku penipuan ini,” jelasnya.(618)