Kapal Tongkang Terdampar

KOTA BINTUHAN, BE – Cuaca ekstrim beberapa hari terakhir menyebabkan perairan Samudera Hindia tidak aman bagi pelayaran bukan hanya bagi kapal nelayan tetapi juga jenis tongkang. Seperti dialami kapal tongkang MP Sinar Banjar berbendara Indonesia yang berbobot 5.000 ton terdampar di Pantai Linau Desa Linau Kecamatan Maje sekitar pukul 02.00 WIB Minggu (4/3) kemarin. Pospam TNI AL Linau Pelda Wawan Setiawan saat dikonfirmasi BE membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, kapal tersebut dari Banjarmasin menuju pelabuhan Linau. Tetapi saat bersandar di dermaga Linau, tiba-tiba kapal dihantam badai. Nakhoda bermaksud memasang jangkar ke pelabuhan Linau, namun tanpa diketahui akibat badai kapal itu bergeser jauh dari Dermaga Linau. Kini kapal tersebut 30 meter dekat dengan daratan dan pemukiman warga Desa Linau. “Kapal tersebut sudah masuk ke Palabuhan Linau berjarak 200 meter dari bibir pantai, namun pada saat ingin menurunkan jangkar teranyata badai menghantam sehingga kapal tergeser jauh dari sandaran. Namun tidak ada korban jiwa serta kerusakan kapal dalam kejadian ini,” terang Pelda Wawan. Sementara nakhoda kapal Alam (34) dan sepuluh ABK kini diistirahatkan di Pos TNI AL Linau. Sedangkan kapal untuk sementara belum bisa digunakan. Dikatakanya, pihak TNI AL sudah berkoordiansi dengan agen kapal Suharto di Bengkulu, mengingat yang menangani semua kapal angkutan barang itu ada di Bengkulu. Sedangkan untuk keamanan kapal, TNI dan warga sekitar akan melakukan pengamanan. “Sementara kami akan melakukan sesuai prosedur yakni menjaga keamanan kapal, namun untuk bagaimana tindak lanjutnya mengenai kapal ini sudah koordinasikan dengan pihak Bengkulu. Sang nakhoda juga belum bisa dimintai keterangan mengingat menungggu agen dari Bengkulu,” jelasnya. Sementara Direktur PT Bengkulu Mega Steel (BMS) Rini Anggraini saat dihubungi BE mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat informasi tersebut. Dia mengatakan, kapal itu rencananya akan memuat pasir besi yang akan dikirim ke Hongkong. Dengan adanya persoalan seperti ini, pihaknya meminta didatangkan kembali kapal tongkang lainnya untuk memuat pasir besi tersebut, sehingga pekerjaan tetap berjalan sesuai yang diharapkan. Sedangkan untuk mengeavekuasi kapal, Rini mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan agen kapal di Kota Bengkulu. “Rencananya kapal yang terdampar nantinya akan ditarik dengan kapal bantuan dari Bengkulu atau Jakarta, namun itu tergantung agen kapal nantinya. Yang penting saat ini untuk pengangkutan pasir besi tetap berjalan dengan kapal lainnya,” ujar Rini.(823)