Kapal Tongkang Terdampar

IRUL/BE
TERDAMPAR: Anggota Babinkamtibmas Polsek Kaur Selatan saat menunjukan kapal penarik tongkang yang terdampar di TPI desa Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan, Kamis (28/5).

KAUR SELATAN,Bengkuluekspress.com– Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Kaur beberapa hari terakhir ini menyebabkan perairan Samudera Hindia tidak aman bagi pelayaran bukan hanya bagi kapal nelayan tetapi juga kapal tongkang. Seperti dialami kapal penarik tongkang yang berisikan kayu terdampar dipinggir laut TPI Desa Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, Rabu (27/5).

“Kapal penarik tongkang itu terdampar karena cuaca buru dan ini sudah hampir satu minggu terdampar di pinggir TPI desa Pasar Lama,” kata AKBP Puji Prayitno SIK melalui Kapolsek Kaur Selatan, IPTU Surya R Purnama SH MH, kemarin (28/5).

Dikatakan Kapolsek, ia mengetahui kapal penarik tongkang itu terdampar dari masyarakat setempat jika ada satu kapal penarik tongkang dipinggir laut TPI Desa Pasar Lama terdampar.

Mengetahui hal ini, Bhabinkamtibmas langsung monitoring TPI Pasar Lama tentang informasi masyarakat adanya kapal penarik tongkang yang terdampar itu.

Lalu anggota Bhabinkamtibmas berupaya untuk bisa berkomunikasi dengan Kep kapal yang terdampar rusak di pinggir laut TPI Pasar Lama melalui salah satu nelayan bernama Sirat dengan cara memakai perahu menuju ke arah kapal yang terdampar itu.

Dimana kapal penarik tongkang itu terdampar sudah seminggu pada saat menarik tongkang yang bermuatan kayu, dimana pada saat itu tongkang yg mereka tarik bocor dikarenakan ombak dan cuaca laut buruk sehingga mereka melepaskan tongkang yang berisi kayu di perairan laut Kabupaten Bengkulu Selatan Manna lalu mereka mencari arus ombak yang tepat untuk keselamatan akhirnya terdampar di pinggir pantai laut TPI Pasar Lama.

“Untuk penumpang kapal itu selamat dan jumlanya ada sembilan orang, dan tujuan kapal dan tongkang itu dari pulau Nias menuju Surabaya. Untuk kapal terdampar ini kita akan cari solusi agar kapal itu bisa berlayar lagi,”terang Kapolsek.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Ujang Syafiri M Pd juga menyampaikan, jika beberapa hari ini cuaca buruk melanda wilayah perairan Kaur.

Ia megingatkan kepada para nelayan yang sering melaut di sekitar laut selatan yang cenderung menunjukkan perubahan dengan cepat agar diwaspadai. Sebab hal inilah yang sering menimbulkan korban karena pengetahuan terkait cuaca yang masih kurang diantara para nelayan.

“Saya minta para nelayan senantiasa waspada dan diminta tidak melakukan aktivitasnya di laut, karena cuaca saat ini sering berubah-ubah dan sangat bahaya untuk keselamatan nelayan,” imbaunya. (618)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*